Rumah singgah 9

35 5 2
                                        

Kata orang, mimpi berciuman dengan orang yang kita suka bisa di artikan sebagai petunjuk untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam hubungan. Namun sepertinya agatha adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak mempercayai mitos semacam itu. Lagipula tidak mungkin Agatha melakukan itu, karena walau bagaimanapun itu adalah tugas laki-laki, dan tugas perempuan hanya menunggu.

Setelah putus dari Siska, agatha tidak pernah lagi mendengar andra dekat dengan siapapun selain dirinya. Setiap waktu hanya di habiskan berdua. Bahkan ponsel andra pun lebih banyak di pegang oleh agatha. Namun setelah beberapa bulan menjalani hubungan tanpa status, sepertinya tidak ada sama sekali tanda-tanda bahwa andra akan mengajaknya ke arah yang lebih jelas. Ia terlihat nyaman dengan hubungan mereka yang sekarang tanpa ada embel-embel pacaran.

"Huh .. "agatha menghembuskan nafas kasar sambil melirik jam. Sudah hampir tiga puluh menit mereka menunggu di luar, namun dokter belum juga memperbolehkan mereka masuk ke dalam ruang dimana zidan dirawat. Sejak tadi mereka hanya disuruh menunggu karena zidan tengah menjalani pemeriksaan.

"Capek ya?" Kata andra sambil menatap agatha yang terlihat lesu di sampingnya dan langsung mendapat anggukan dari gadis itu.  Melihat itu, Andra yang tidak tega pun perlahan menarik kepala agatha agar bersandar di pundaknya dengan begitu lembut.

"Coba Sekarang kita pergi kencan.. pasti nggak bakalan capek-capek kayak gini.. udah gerah, bau obat dimana-mana" dumel Andra membuat gadis itu tampak terkekeh.

"Namanya juga rumah sakit.. kalo nyaman itu namanya rumah kita."

"Rumah kita? Emang kamu udah nggak sabar mau serumah sama aku?"

"Ihh.. maksud aku rumah masing-masing..."

"Oo kirain.."

"Kirain apa?"

"Udah nggak sabar pengen di kawinin.."

"Kawin? Nikah dulu kali.. baru kawin.."

"Oo jadi kamu minta di nikahin nih?"

"Ihh Andra.. kamu mahh, kecepetan tau.."

"Iyalah.. kan pengen berduaan terus sama kesayangan.." kata andra dan mendapat cubitan gemas dari agatha.

"Ekhhmm... Bisa nggak sih pacarannya nanti aja.." kata baby memperingati dua orang yang tampak mesra di antara teman-teman yang lain. Dan langsung mendapat senyum jahil dari andra.

"Yeee.. iri kan lo nggak bisa kayak gini.."

"Idih.. siapa yang iri, mending juga gue jelas JOMBLO..dari pada kalian, jomblo nggak.. pacaran juga nggak.." kata baby langsung sukses dan tepat sasaran.

"Silahkan sekarang kalian boleh masuk .. tapi usahakan jangan sampai mengganggu pasien ya.." kata dokter yang tiba-tiba Keluar dari ruangan dan membuat perhatian mereka teralihkan. Mendengar itu, Mereka semua pun tampak langsung tersenyum senang.

Satu persatu dari mereka mulai masuk dan melihat zidan yang sudah bisa duduk dengan perban  di kepalanya. Dan ketika melihat Agatha masuk entah mengapa anak laki-laki itu langsung tampak tersenyum senang. Padahal sebelumnya zidan selalu cuek dan tidak pernah mau berhadapan dengan agatha.

"Tha..." Kata Zidan lembut dan sontak semuanya pun mulai melihat ke arah agatha.

"Di panggil tuh..." Kata baby ketika melihat agatha Hanya diam tidak bergeming."Samperin gih.. kasian.."

Mendengar itu, agatha pun menatap andra yang berdiri di sampingnya dengan tangan yang masih bertautan, seolah meminta persetujuan dari anak laki-laki itu. Dan karena merasa tidak enak, dengan terpaksa andra pun mengangguk pelan.

RUMAH SINGGAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang