"kalian yakin mau ke Bandung naik motor?" Kata bunda agatha sambil menatap dua anak remaja yang tampak bersemangat untuk memulai petualangan itu.
"Tante tenang aja, andra udah biasa ikut touring kok.. jadi kalo cuma jakarta bandung andra nggak ada masalah.." kata anak laki-laki yang duduk di pinggir ranjang itu. Pulang sekolah ia sudah standby di rumah agatha. Karena sejak tadi pagi agatha selalu mengingatkan agar ia datang tepat waktu.
Tadinya Agatha ingin pergi sendiri, karena sudah beberapa bulan sejak terakhir kali ia mengunjungi sang nenek, ia sudah tidak pernah lagi bertemu. Namun ketika mengetahui hal itu, andra langsung memaksa untuk ikut dengan alasan tidak bisa melihat agatha pergi sendiri dan juga ingin berkenalan dengan nenek dari kekasihnya itu. Dan agatha yang sudah tau betul sifat kepala batunya pun akhirnya hanya bisa mengiyakan keinginan andra, karena percuma saja, ia tidak akan pernah mau mengalah.
"Ya udah, kalo Udah selesai, ajak andra turun ya.. nanti kita makan sama-sama dulu sebelum kalian berangkat. Kata bunda agatha pada gadis yang tampak sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam tasnya.
"Iya bun.. bentar lagi kelar kok.." kata agatha dan setelah itu bunda uli pun keluar dari kamar tersebut meninggalkan dua remaja itu.
"Yang.. apa nanti kita nggak kemaleman ya sampai sana kalo kita berangkatnya sore gini, soalnya aku biasa kalo ke bandung berangkat pagi.." kata agatha menatap andra yang juga tengah menatapnya.
"Kenapa emang? Kamu takut?"
"Yaa serem juga kalo naik motor malem-malem.. nanti kalo ada begal gimana?"
"Udahh.. tenang aja, kan ada aku.." kata andra sambil memperbaiki jambulnya di depan cermin.Melihat itu agatha pun tampak tersenyum kecil sambil menatap sang kekasih.
"Kalo berduaan dalam kamar gini.. kok rasanya kayak udah nikah aja yaa.." kata andra sambil menatap gadis di depannya itu. "Jadi pengen..."
"Apa?"
"Nggak papa.."
"Awas aja kalo berani macem-macem.."
"Astaga nggak mungkinlah yang.. aku mana berani.. kamu kan tau aku sayang banget sama kamu"
"Yaa siapa tau aja kamu..."
"Nggak.. aku janji bakal nikahin kamu kalo saatnya Udah tiba..."
"Bener?"
"Iyaa.." kata andra lalu meraih tubuh perempuan itu dan memeluknya erat.
"Janji ya Sayang kita sama-sama terus..." Kata agatha manja di tengah pelukan hangat itu dan andra pun tampak mengangguk sebelum akhirnya ia mengecup puncak kepala sang kekasih.
**
Tepat pukul tujuh malam mereka sampai di sebuah rumah dengan desain yang bisa dibilang masih jadul. Disana mereka disambut oleh seorang wanita yang tampak sudah berusia senja.
"Nenek..." Teriak Agatha senang lalu berlari ke arah wanita tua yang sudah menunggu di ambang pintu. Sedangkan andra memarkir motor dulu sebelum akhirnya menyusul agatha yang saat ini tengah memeluk sang nenek.
"Cucu nenek.. tiap kesini keliatan makin besar ya.." kata wanita itu sambil mengelus rambut agatha. Dan agatha pun tampak begitu nyaman dalam pelukan itu hingga hampir saja ia melupakan sesuatu.
"Oo iya nek.. kenalin ini andra.." kata agatha setelah menoleh ke arah anak laki-laki yang sudah berdiri di belakangnya itu.
"Malam nek.." kata andra sopan sambil menyalami tangan wanita itu.
Wanita itu pun tampak tersenyum lalu mengangguk pelan. "Kalian kesini naik motor?" Tanya sang nenek ketika menatap ke belakang dimana andra memarkir motornya dan hanya di jawab dengan anggukan oleh keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUMAH SINGGAH
Teen FictionKisah seorang badboy tampan bernama andra arkana (andra) yang mengejar cinta seorang gadis cantik, pintar namun dingin dan cuek agatha lillyana (agatha). "Tidak perduli dengan banyaknya perempuan cantik yang ada di sekelilingku. Namun entah mengapa...
