Rumah singgah 11

30 5 2
                                        

"kamu nyimpen nomor Zidan?"

Andra tampak menatap serius ke arah agatha yang kini tengah duduk di sebelahnya lalu kembali menatap ke layar ponsel milik kekasihnya itu lagi.

"Emang kenapa sih?"

"Hapus.. " kata andra singkat tanpa mengalihkan tatapannya dari benda pipih persegi di tangannya.

Melihat itu, Agatha pun hanya mengedikan bahu acuh lalu kembali menatap ke arah Layar televisi yang tengah menampilkan film kartun kucing jepang kesukaannya. Sambil sesekali memasukan Camilan buatan sang bunda ke dalam mulutnya.

"Udah kali periksa handphone-nya.. minum dulu teh nya, nanti keburu dingin.." kata agatha pada anak laki-laki itu.

"Iya bentar yang..." Sahut andra tanpa menoleh sedikitpun dan membuat anak perempuan itu tampak jengkel.

"Ndraa..." agatha merengek manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu andra, membuat anak laki-laki itu langsung menoleh dan tersenyum melihatnya. Perlahan tangan andra pun mengusap lembut kepala gadis itu membuatnya semakin tampak nyaman dengan posisinya sekarang.

"Kenapa sayang?"

"Sebentar lagi kan kita lulus nih.. kamu mau lanjut kemana?"

"Aku kayaknya mau masuk akmil"

"Hah? Sejak kapan kamu mau jadi tentara?" Kata agatha sambil mendongak menatap wajah tampan kekasihnya itu.

"Itu cita-cita aku dari kecil.. " kata andra lembut. "Sini!" Perlahan ia menarik agatha mendekat dan merangkul pundaknya. "Kamu mau kan nungguin aku?"

Agatha pun tersenyum dan mengangguk pasti. "Aku pasti akan nungguin kamu. Asal..."

"Asal apa?"

"Asal kamu juga ngilangin sifat playboy dan mata keranjang kamu itu.." kata Agatha lalu mencolek pelan pipi andra.

"Kalo itu mah kamu tenang aja.. hati aku udah stuck di kamu..."

"Halahh.. "

"Beneran.. kalo nggak percaya, kita nikah sekarang juga..."

"Ihh masih kecil juga.. udah ngomongin nikah-nikahan."

"Emang kamu nggak mau nikah sama aku?"

"Yaa mau.. tapi nanti..." Kata agatha yang tampak malu-malu dengan pipi bersemu merah.

"Ekhmmm..."

Tiba-tiba dari arah pintu masuk terdengar suara deheman yang terdengar tidak asing, membuat andra dan agatha langsung menoleh.

"Ayah..." Kata Agatha senang lalu bangkit dan berjalan ke arah seorang pria yang baru saja memasuki pintu utama.

Andra yang melihat itu pun langsung berdiri ikut menghampiri lalu menyalami laki-laki yang tak lain adalah Ayah agatha itu dengan begitu sopan.

"Udah lama ndra?" Kata ayah agatha ramah pada andra yang masih tampak berdiri di depannya.

"Lumayan om..  "

"Bunda kemana tha?"

"Ke supermarket yah.. katanya mau beli kebutuhan dapur"

"Oo gitu.. ya Udah, kalian duduk aja lagi. Ayah mau ke kamar dulu.." kata ayah agatha yang tampak lelah setelah seharian bekerja. Lalu berjalan menuju kamar pribadinya.

Setelah itu, andra dan agatha pun kembali duduk ke tempat semula. Kembali membicarakan hal-hal random sambil sesekali tertawa dan kadang saling memukul dengan bantal.

**

"Oke next..." Teriak guru olahraga pada barisan murid yang menunggu giliran untuk memainkan bola basket.

RUMAH SINGGAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang