Raigemi's pov
Aku menatap laut didepan dengan jeli, tidak ada perahu nelayan, hanya ada lautan yang sangat luas, bahkan tebing disebrang nampak begitu dekat padahal dalam jarak yang begitu jauh, aku seperti tebing di sebrang sana, aku merasakan diriku yang tidak berada dalam ragaku, dia telihat namun dia tidak benar benar ada.
aku tidak bisa membca diriku sendiri, aku tidak merasakan jiwaku ada didalam ragaku, aku tidak bisa menemukan aku. aku merasakan Mega mencinaiku sehingga aku merasa membalas perasaannya adalah kewajibanku, namun yang sebenarnya terjadi adalah aku mengubur hidup-hidup cintaku yang terus tubmbuh.
aku tidak pernah menyangka jika resa percayaku ingkar janji, hatiku berkhianat karna selama ini semua rasaku tidak terkubar namun hanya tersimpan dan akan terbuka kapanpun, rasa kecewaku pada diriku sendiri yang ternyata aku tidak bisa membalas perasaan Mega, rasa kecewa karna ternyata hatiku memiliki keyakinan namun dia memiliki perasaan yang sulit terbaca. hatiku bagai tertulis oleh aksara yang tidak di mengerti. dan Mega tidak mengerti dengan aksara hatiku.
aku memilih jalan yang salah dengan mencoba memberikan hatiku pada Mega, karna pada akhirnya ternyata pemilik hatiku bukanlah diriku sendiri, sejak kecil aku tidak pernah mengatakan apa yang hatiku mau, untuk pertama kalinya aku mengatakan yang hatiku inginkan saat aku menjalani hubungan dengan Sekar, saat itu adalah kali pertama aku mengungkapkan apa yang hatiku inginkan. itu bukan sebuah kesalahan, karna ternyata seseorang yang begitu diinginkah hatiku adalah seseorang yang pantai meraba apa yang hatiku inginkan.
Mega tidak pandai meraba hatiku, tidak pandai membaca apa yang hatiku inginkan, tapi aku tau dia mencintaiku semampunya dan sudah berusaha untuk mengertiku, jika pada akhirnya kami saling tidak mengerti apa yang hati kami inginkan, berarti kami gagal memahami satu sama lain, namun bukan berarti kami gagal berusaha baik satu sama lain, kami sudah berusaha dan mencoba.
aku merasa hubungan kami akan baik-baik saja, hanya saja aku berusaha untuk membalas perasaanya dan aku gagal sehingga aku mengecewakan dirinya dan aku juga kecewa dengan diriku sendiri, aku yakin perasaanku kepadanya tidak akan berubah, sejak dulu aku sangat menghargainya.
aku sudah mencoba melakukan apa yang dia inginkan dariku, aku sudah mencoba memberikan hatiku juga, namun untuk hatiku, aku gagal. karna ternyata sangat sulit untukku merubah perasaanku kepada Mega, bahkan aku tidak merasakan apapun saat melihat bibir Mega disentuh bibir laki-laki lain, dan merasa terluka saat pinggang Sekar di rangkuh laki-laki lain, semua yang terjadi membuatku bingung sekaligus memahami kebingungan.
aku melihat bulan dari atas cup mobil, ternyata malam sudah sangat larut dan aku masih menikmati nyanyian ombak, tidakkah aku bisa bernyanyi malam ini, namun apa nyanyian yang paling tepat untuk hati yang sedang bimbang?
'aku telah bernyayi untukmu tapi kau tak menari, aku telah menangis di depanmu, tapi kau tidak juga mengerti. haruskah aku harus menangis sambil bernyayi?' Lgu Gelombang - Kahlil Gibran
tiba-tiba saja sebait syair Kahlil Gibran itu terlintas di ingatanku pada sebuah novel lama yang mengutip syair itu, ingatan masa lalu kembali terbongkar kala dimana aku selalu membaca novel bersama Sekar, saat dimana aku tidak pernah fokus pada bacaanku dan memilih menunggu Sekar merangkum apa yang dibacanya.
sesengguhnya, aku tidak pernah salah memilih Sekar, sejak pertama kali aku meyakinkan diriku aku menginginkan Sekar dan mendapatkannya, hingga saat ini aku dihadapkan oleh pilihan antara Sekar dan Mega, aku tidak memilih sejak awal karna aku tau, aku tidak pernah menjadikan Sekar dalam sebuah piliah, dia adalah yang aku inginkan sejak awal sampai akhir.
aku dan Sekar sudah sejauh rencana kami membangun keluarga kecil kami sejak dulu, semua sudah kami bahas walau dalam obrolan asal kami, namun aku bertekat mewujudkannya. aku tidak menempatkan hatiku pada pilihan karna sejak awal aku tidak berminat memilih.
jika dijelaskan lebih rinci, aku akan terlihat bodoh. diantara Mega dan Sekar, Mega akan selalu lebih unggul, Mega lebih cantik walau Sekar terhitung sebagai wanita cantik jelas saja jika di bandingkan dengan Mega, Sekar akan merasa kalah. jika di bandingkan dengan harta, jelas Sekar juga akan merasa kalah, dan pemahamanku tentang perginya Sekar dalam hidupku adalah kepercayaan dirinya yang menyusut.
walau sebenarnya mereka tidak dalam keadaan ajang pemilihan, bukan tentang siapa yang menang dan yang kalah, ini semua karnaku yang tidak bisa memilih antara keduanya, namun jika hatiku memilih siapa yang hatiku mau untuk menemani sisa hidupku dalam setatus kepemilikan, jelas saja aku selalu memilih Sekar.
mereka tidak bisa di bandingkan walau aku tidak pernah tau cinta siapa yang lebih besar, namun hatiku sudah memilih Sekar dalam waktu yang lama.
sangat menyiksa saat harus menempatkan mereka dalam posisi pilihan, karna sejak hal itu terjadi aku tau siapa yang akan kalah namun aku tidak menginginkan salah satu dari mereka merasakan kekalahan karna yang terjadi sebenarnya merka berdua menang bertahta di hatiku dengan rasa yang berbeda.
aku tidak sanggup membohongi hatiku didepan Mega, aku tidak ingin menyakitinya namun hatiku akan lebih sakit saat menyadari lagi-lagi aku tidak bisa mengungkapkan apa yang hatiku mau hanya untuk menenangkan hati yang lain.
apapun pilihan yang aku ambil pada akhirnya akan tetap terlihat salah, namun akan lebih salah lagi jika aku merasa nyaman dalam sebuah kesalahan, aku tidak ingin menyakiti siapapun padahal aku sadar akan menyakiti seseorang. rasanya sangat tidak nyaman dan menyiksa ketika menyadari aku akan menyakiti seseorang.
namun aku tidak bisa menahan rasa sakitku sendiri.
saat tersulit adalah saat dimana harus mementukan pilihan yang benar pada kondisi yang salah sekalipun.
aku dan Sesuatu yang tidak termakan waktu walau sudah dalam waktu yang lama, masih merasakan dimana rasa suka itu menghampiriku, saat dimana rasa suka berubah jadi rasa ingin memiliki dan saat berhasil memiliki seakan aku tau genggamanku tidak akan aku lepaskan, saat dimana setiap hari yang aku jalani dipenuhi dengan Sekar, kami yang menurunkan ego kami masing-masing hingga tidak pernah terjadi pertengaran diantara kami, saat kami berjuang untuk mendapatkan keikhlasan Restu, dan kami mendapatkannya kami semakin berpikir tidak akan membiarkan pertengaran masuk di hubungan kami yang begitu sulit kami raih, dimana aku dengan dirinya bukanlah hubungan yang mudah tidak mungkin aku akan mengabaikan kebersamaan kami dan perjuangan kami yang sudah jauh.
Mega juga memiliki hati yang tulus saat dia menyadari lembutnya hatinya dalam merasakan cintanya kepadaku, lalu aku berusaha untuk menjadga apa yang telah tumbuh tanpa aku sadari ternyata menjaga perasaan Mega sama dengan aku mengabaikan apa yang sudah lama aku jaga.
pada kenyataannya, tidak mungkin aku mengabaikan pilihan dan tidak bisa memilih terus menerus hanya karna tidak ingin menyakiti siapapun, sampai akhirnya meninbulkan banyak luka karna kau tidak memilih, karna luka tidak hanya dirasakan olehku.
GEMINIONS
KAMU SEDANG MEMBACA
Geminions (END)
Novela JuvenilGxG. Semua berawal dari pernikahan terpaksa. Pernikahan kontrak, bahkan perceraian yang sudah diatur waktunya. Namun semua berubah, Raigemi begitu mampu memikatku. Apa aku akan berhasil mempertahankan pernikahan pura-pura ini menjadi nyata? -Megan-
