Autho's pov
Malam hari tidak akan pernah datang tanpa melewati senja, namun malam selalu datang membawa pertanda ketenangan akan datang, Mega sudah melipat tangannya didada melihat cengiran Rai dan Gemi bersamaan dihadapannya.
sudah setahun sejak kekacauan yang terjadi di Korea, namun alih-alih menjadi Rai yang galak dan pemarah seperti pikiran Mega dulu, malah sikap wanita dingin itu tertular Gemi tang sedang gemas-gemasnya, karna kini keduanya sudah di penuhi tepung, dimalam hari?
"sumpah Gemi yang mainin tepung dia kira itu susu"
tidak menjawab Mega masih menatap sinis, Gemi yang mendapat tuduhan seperti itu dari Rai melah tertawa geli, Mega sebenarnya lelah menahan senyumnya, namum melihat kelakuan keduanya yang membuat kesal juga membuatnya rela menahan kegeliannya pada kekonyolan Rai dan Gemi
"tenang, aku rapihin, aku sama Gemi rapihin" ucapan Rai lagi-lagi membuat Gemi terkekeh geli, Rai sudah tertawa bersama Gemi membuat Mega tidak bisa lebih lama menahan senyumnya.
"kamu ini gimana si, emangnya Gemi sampe ke atas meja dapur buat ambil toples tepung?"
"buka gitu, tadi pas aku lagi ambil air dia aku taro diatas meja terus malah berantakin tepung"
"Rai!" marah Mega, ia lebih marah Rai meletakan Gemi diatas meja daput dari pada mereka sudah belepotan dengan tepung.
"engga aku lepas, aku meluk dia kaya gini ni" Rai mempraktekan posisinya dengan Gemi, Rai memeluk perut Gemi dengan sebelah tangan "nah toples tepung itu ada di depan dia, tutupnya ga rapet deh kayanya, masa sekali tarik udah tumpah"
Mega menggelengkan kepalanya, "sekarang udah malem buat kalian mandi!" marah Mega lagi
"gapapa kita mandi pake air anget" dengan cepat Rai menggendong Gemi dan berjalan cepat menaiki tangga, Mega yang melihat itu seperti ada yang salah. dengan cepat Mega terbelalak
"KALIAN BELUM BERESIN DAPURRRRR!" teriak Mega kesal, lebih kesal saat mendengar tawa Gemi dari lantai dua yang begitu geli. sepertinya anak itu selalu mendukung pertikaian Appa dan Amma-nya.
Mega melihat tepung yang berserak dilantai sampai meja daput, tentu saja Mega tidak akan merapihkan kekacauan yang terjadi dan tetap akan menyuruh Rai merapihkannya.
----
selesai mereka mandi Mega sudah menunggu di atas kasur sambil menatapi leptop tentang perkembangan harga sawit, untung saja mommynya memilki kebun sawit pribadi, yang sangat berguna disaat harga sawit sedang melonjak jadi pabrik akan tetap bisa produksi dalam kondisi apapun.
"nah udah wangi, udah rapih, udah siap bobo" ucapan Rai membuat Mega melirik kearah keduanya, Rai sudah membaringkan Gemi didalam kasur bayi yang baru saja di ganti dua bulan lalu dengan ukuran yang lebih besar dan luas bahkan Rai bisa ikut tiduran di ranjang bayi itu untum menidurkan Gemi.
selesai menidurkan Gemi yang ternyata langsung tertidur saat terkena bantal juga susu, Mega melihat itu sudah tenang dan kembali fokus pada leptopnya.
"kamu juga tidur, anaknya udah tidur" titah Rai yang di jawab dengan dehaman oleh Mega, Mega yang melihat Rai berjalan menuju pintu dengan cepat menutup leptopnya
"kamu mau rapihin dapur?" tanya Mega yang di angguki oleh Rai
"pulangnya hati-hati ya"
"iya, besok aku datang pagi jemput Gemi kerumah, besok Brisata ada dirumah"
Mega tersenyum lalu mengangguk.
Sepuluh bulan, sudah sepuluh bulan sejak kepulangan mereka dari Korea menjadi penanda waktu perceraian sudah dilangsungkan, tidak ada yang berubah sejak awal, perlakuan manis, perhatian dan kasih Rai tetap mengalir deras, tidak ada yang kurang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geminions (END)
Novela JuvenilGxG. Semua berawal dari pernikahan terpaksa. Pernikahan kontrak, bahkan perceraian yang sudah diatur waktunya. Namun semua berubah, Raigemi begitu mampu memikatku. Apa aku akan berhasil mempertahankan pernikahan pura-pura ini menjadi nyata? -Megan-
