1.4

714 72 2
                                        

HARI berganti esok. Dan kini, nampak ketiga pelajar tengah asik bermain game yang tersedia di time zone.

Sudah terhitung satu jam tanpa bosan sedikitpun mereka bermain permainannya masing masing. "Yon, udah yok pusing pala gua" Aeron mengangguk lalu menarik Gugun untuk mencari Eca.

"Mana tu bocil" gumannya sembari melihat keseluru area. "DOR" "KUCING BETELOR DIATAS GENTENG, eh monyet ngagetin aja" latah Gugun mengundang tawa Aeron dan Eca tentunya.

"Kiamat dong kucing bertelur" ejek Eca menyenggol lengan Gugun sementara yang diejek menutup mukanya dengan kedua tangan karena malu. "Main dimana lu cil, kok ga keliatan tadi" Eca mengangkat boneka Capybara berukuran mini menunjukkan ke kedua temannya "nukarin tiket tadi disana".

Gugun melongo melihatnya, ia tau butuh sangat banyak tiket yang perlu ditukar untuk mendapat boneka tersebut walau ukurannya nampak mini. "Banyak tiket lu kekumpul dari tadi berarti" ucap Gugun dan diangguki oleh sang pemilik boneka.

"Yaudah yok keliling lagi" usul Aeron.

"Temenin aku ke toko kosmetik dilantai atas!" serunya penuh semangat membuat Aeron dan Gugun harus menahan gemas melihatnya.

Sampai ditoko kosmetik, Eca langsung menitipkan bonekanya kepada Gugun dan mulai berkeliling meninggalkan kedua lelaki yang tak terlalu mengerti apa saja isi dari toko tersebut.

"Kapan lu mau confess part dua" Aeron sontak menoleh "gua harus cari barang yang dia suka biar ga kosong bener" Gugun diam sebentar "lu ikutin aja Eca sekarang, pasti ada nanti lu beli aja" usulnya.

"Iya juga, yok" ia menarik tangan Gugun lalu mengikuti Eca masuk kedalam.

Setelah selesai akhirnya mereka keluar dari sana dengan tiga paper bag berisi beberapa skincare yang Eca beli. "Boros" Eca tertawa kecil "sekali kali sul hehe" Gugun dan Aeron menggeleng heran 'kok bisa cewe mau ngeluarin duit banyak buat beli ginian, padahal kalo ga beli beginian pelit bet' monolog Gugun menatap belanjaan yang dipegang Eca.

"Ca" panggil Aeron menghentikan langkah ketiga pelajar tersebut. "Kenapa?" Aeron langsung berlutut lalu menyodorkan sebuah paper bag mini dan satu kotak berwarna pink.

Tindakan tiba tiba membuat Eca bingung "k-kenapa?" Aeron meraih tangan Eca lalu memberi paperbag tersebut kemudian ia membuka kotak dan mengambil sebuah bunga hias didalamnya dan kembali menyodorkan kepada Eca.

"Ca, kedua kali nya gua bilang ke lu.. gua sempet punya perasaan sama lu waktu kita smp dan sekarang perasaannya kembali lagi. Ca, gua suka sama lu, mau terima perasaan gua kali ini?" Eca hanya diam membeku setelah Aeron berucap.

Gugun yang peka langsung menyenggol lengan Eca membuatnya sadar kembali. "A-ah itu, kamu serius sul?" Aeron mengangguk sambil tersenyum kecil "t-tapi ak-"

"SAYAAAAAANG~" ucapannya terpotong tiba tiba seseorang memeluknya. Aeron yang tadi berlutut sontak berdiri disebelah Gugun "itu siapa anjir maen peluk aja" Gugun menggelengkan kepalanya tanda tak tau.

"Kok kamu bisa disini" tanyanya.

"Loh kan semalem aku bilang sayang, mau jalan jalan sama temen smp aku. Itu mereka" Lelaki itu langsung menghadap ke kebelakang menuju arah yang ditunjuk Eca.

"LAH GUN?!"
"EL?!"

"Loh saling kenal?" Gugun menatap lelaki itu dan Eca bergantian "ca, kok bisa lu kenal dia" "karna kenalan lah" jawabnya santai.

"Ketemu dimana maksud gua"

"Taman, waktu sore aku lagi jogging aku minta nomor dia hehe" jelasnya diakhiri tawa karena malu.

"Ni anak sepupu gua anjir" Aeron yang daritadi diam karena bingung lalu terkejut. "Manuel, panggil Nnael aja biar simpel" ucapnya menjabat tangan Aeron.

"O-oh iya sultan, itu y-yang tadi aku mau bilang kalo aku udah ada pacar dan ini pacar aku Nnael. Maaf kedua kalinya aku nolak kamu" ucapnya.

"Hah, oh, ya, gapapa ca. Tapi terima ini boleh kan? el?" Nnael mengangguk "thanks el" ucapnya lalu menyimpan kembali bunga tersebut kedalam kotaknya dan menggabungkan kedalam paperbag.

"Thanks ca, btw kan udah ada pacar lu. Gua sama Gugun lanjut ya" Aeron menarik Gugun pergi dari sana meninggalkan Nnael dan Eca yang kini merasa bersalah kepada Aeron.

"Aku jadi ngerasa bersalah sama dia" Nnael langsung menarik Eca ke dekapannya dan mengelus lembut rambutnya "it's okay sayang, ada orang yang sayang banget sama dia. Aeron pasti bahagia sama orang itu, kamu ga perlu khawatir oke" Eca hanya mengangguk.

"By the way, orang itu siapa?" Nnael terkekeh lalu membisikkan kepada sang pacar. "Wow" guman Eca mengundang tawa Nnael "dah yuk pergi" Eca mengangguk.

Disisi Aeron dan Gugun kini mereka sudah berpindah tempat di taman. Aeron menyandar ke bahu Gugun "kedua kalinya, ditolak" ucapnya lalu menghembuskan napas kasar.

"Ga jodoh berarti, disuruh move on lu" Aeron mengangguk. "Bentar yon gua beli minum dulu" Gugun pergi meninggalkan Aeron sendiri yang sangat asik termenung.

"Awas kerasukan"

"Cepet banget gun pul-"

Cup

"Gua Skylar, Gugun masih disana beli minum" satu tamparan didapatkan Skylar, bukannya marah malah merasa senang. "Atit" adunya "bodoamat! mesum" Skylar tertawa lalu ikut duduk disebelah Aeron.

"Loh ler, sejak kapan disini" Gugun memberi minum ke Aeron.

"Barusan" Gugun hanya ber-oh saja lalu ikut duduk dengan keduanya. "Lemes bener lu yon" Aeron hanya melirik Skylar tanpa ingin menjawab.

"Pinjem paha gun, mo tiduran" baru saja ingin mengambil posisi tidur "eitsss, kan paha gua ada sini sini" ucapnya menarik Aeron pelan.

"Resek lu anjeng" Skylar hanya cengengesan merasa tak bersalah. Berakhirlah Aeron tiduran dengan paha Skylar menjadi bantalnya.

"Nyamuk mulu gua" Aeron menatap Gugun sinis membuat yang ditatap langsung mengalihkan pandangannya.

"Jangan galak galak, nanti dikunyah idok"

"Ngapa idok?" sewot Gugun.

"Gatau, reflek aja sih"

"Oh ya gun, hubungan lu sama si bule philip gimana?" Gugun hanya menggeleng "ga gimana mana, maunya apa emang?" Aeron sontak mengambil posisi duduk.

Namun aksi itu malah memunculkan kecelakaan. Yaps, kepala Aeron terbentur dengan dagu Skylar. "Aw, EH LER MAAF" Aeron langsung mengusap usap dagu Skylar seolah usapan itu akan menghilangkan rasa sakitnya.

"Sakit ayon~" rengek Skylar membuat Aeron semakin panik "m-maaf, ga sengaja ler" Skylar mengangguk kemudian tersenyum. "Gemes, gapapa udah ga sakit sakit amat" Aeron menatap mata Skylar mencari kebohongan disana.

"Serius?" Skylar mengangguk lalu mengusak rambut Aeron "iya sayang" mendengar itu Aeron langsung menghela napas lega dan kembali merebahkan dirinya.

"Oh iya gun" Gugun reflek menoleh menatap Aeron menunggu ia melanjutkan ucapannya. "Lusa udah mulai buka pendaftaran di TLID, ayo ikut gua. Gua pernah janji buat ngajak lu kesana kan" mata Gugun langsung berbinar melihat Aeron.

"Serius yonnn????" tanyanya antusias dan dijawab oleh anggukan dari Aeron. "Mau! gua mauu" Aeron tertawa kecil melihat sifat Gugun saat bersemangat sangat menggemaskan.

'Siap siap ketemu pujaan hati bang' monolog Aeron sembari menatap langit biru yang bercampur orange.

"Yok pulang u-"

"Yon" Skylar menunduk agar dapat melihat wajah Aeron tentunya. merasa dipanggil akhirnya Aeron mendongak dan tatapan mereka bertemu.

"Ap-apa?" ucapnya terbata bata entah kenapa ia sendiri pun tak mengerti. "Jadi pacar gua yuk" ekspresi Aeron seketika datar.

"Males, pacaran aja sama tembok atau ga sama rumput noh banyak" ia berdiri dari posisinya lalu menarik Gugun pergi dari sana.

"Kalo udah siap jadi pacar gua telpon ya yon" teriak Skylar agar terdengar oleh Aeron yang menjauh namun malah diacungi jari tengah oleh lawan bicara.

"Bad attitude banget bocah" ejeknya diselingi tawa kemudian ia beranjak pergi dari sana.


1146 kata

Your Enemy ???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang