DUA minggu berlalu setelah fase ujian kenaikan kelas. Sekolah sangat ramai hari ini, karena pembagian rapot hasil belajar siswa setelah melewati dua semester.
Nampak seorang lelaki yang tak begitu tinggi sangat sibuk mondar mandir dengan ponsel ditelinganya. "Akhirnya! maaaa~ rapot sultan gimana.."
"Berarti gabisa pulang mama sama papa?"
"Y-ya yaudah sultan minta tolong sama anak gh aja"
Raut sedih dan kecewa itu terlihat jelas, siapapun bisa menebak keadaan Aeron saat ini.
"Mas, boleh minta tolong?"
"Apa ron?"
"Ambilin rapot gua, ortu gabisa pulang kesini mas"
"Yodah sharelock ron"
"Thanks mas"
Sekitar 30 menit akhirnya yang ditunggu sampai membuat Aeron sedikit lega. "Maaf ya mas ngerepotin" lawan bicara sontak tertawa "kek ama siapa aja lu" mendengar hal itu Aeron hanya tersenyum menampakkan deretan gigi beserta gingsulnya.
"Lah mas, ngapain kemari" Favian entah datang dari mana membuat kedua orang itu terkejut. "Bikin kaget aja lu" Aeron sudah berancang ancang ingin menjambak rambut Favian namun tak jadi karena ada guru lewat.
"Serius dah mas reza ngapain?" yang dipanggil 'Reza' atau lebih dikenal 'Reza Pahlevi' seorang pemimpin dari TLID menoleh kearah Aeron lalu kembali ke Favian. "Ngambil rapot ni el klarif" ucapnya dengan nada sedikit mengejek saat kalimat 'el klarif'.
"Oh, yodah gua kelas duluan mas, yon" keduanya mengangguk lalu langsung ke kelas Aeron.
Selang beberapa waktu akhirnya acara pembagian rapot pun selesai. "Noh rapot lu cil, naik lu" Aeron terkekeh "thanks mas" "yoi, btw besok ke GH ya. Ada yg mau gua omongin ama anak anak" seketika Aeron teringat akan janjinya kepada Gugun.
"Oh iya mas, ada temen gua mau join Liquid" Pahlevi menaikkan alisnya tanda bertanya "namanya Gugun, sekelas ama gua. Besok gua bawa sekalian kaga papa kan" Pahlevi mengangguk "bawa langsung aja" Aeron tersenyum puas "makasih mas" Pahlevi hanya mengangguk lalu pergi dari sana.
"EYO-"
"Besok lu ikut gua, gua jemput"
"Lah mau kemana" bingung? tentu saja. Aeron menghela napas "mau nepatin janji gua dua minggu lalu" "OHHH IYA OKEE" Aeron mengacungkan jempolnya lalu berpamitan kepada teman temannya.
Besoknya mereka pergi bersama ke Gaming House Team Liquid ID. "Ini serius gapapa yon?" tanya Gugun tampaknya ketakutan saat memasuki GH. Aeron ingin tertawa melihat tingkah Gugun saat ini, pasalnya sekarang ujung baju Aeron digenggam erat oleh orang dibelakangnya.
"Kaya masuk kandang singa aja" ejeknya diakhiri tawa kecil.
"Yo! sul- EH BAWA SIAPA LU" suara Favian menggelegar membuat semua atensi mengarah ke Aeron dan seseorang dibelakangnya. Aeron menarik lengan Gugun kesampingnya "neh anak baru" Gugun menunduk.
"Pemalu dia maklumin aja" Aeron langsung mendapat cubitan dari Gugun tentunya.
Pahlevi menghampiri keduanya lalu memegang pundak Gugun membuat sang empunya mendongak "selamat bergabung ya, Gugun?" ucapnya diakhiri senyum. Gugun tersenyum lebar lalu mengangguk "makasih kak" "tua gitu lu panggil kak" sewot Aeron melewati keduanya menghampiri Favian yang sedang memakan cemilannya.
"Durhaka lu bocah" kesal Pahlevi membuat Gugun tertawa. Ia memandang sekitar 'kekeluargaannya kerasa banget, hangat' monolognya lalu tersenyum. "Sini gun" panggil Aeron, Gugun pun ikut duduk disebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Enemy ???
Teen Fiction"Yon" "Paan?" "Jadi pacar gua yuk" "Pacaran sono ama tembok" Mari intip tentang keseharian Aeron yang selalu mendengar kalimat 'Jadi pacar gua yuk?' hampir setiap harinya hingga membuat dirinya muak dengan hal itu. NB: - BXB STORY - HOMOPHOBIC GET...
