1.3

697 75 12
                                        

"SULTAN!" belum tiga kali melangkah sudah mendengar jeritan entah dari siapa membuat Aeron sedikit kesal dan berputar balik.

"APA?! eh eca kenapa?" baru saja ingin marah namun tertunda setelah melihat siapa yang memanggil. Eca yang tadi tersenyum lebar menjadi sedikit takut menatap Aeron karena tak sengaja dibentak walau sedikit.

"Ca? maaf ga sengaja.." merasa raut wajah Eca berbeda Aeron berjalan menghampirinya lalu sedikit menunduk agar bisa melihat wajahnya dengan jelas karena Eca sedikit menunduk saat tau Aeron menghampirinya.

"Maaf.." ucapnya lembut lalu mengusap rambut Eca pelan. "Ngebentak gitu takut tau" ujar Eca pelan namun masih terdengar dengan Aeron. Setelah mendengar ucapan tersebut Aeron langsung menarik tubuh Eca kepelukannya lalu mengelus punggungnya.

"Iya, maafin gua. Gua kira temen temen gua" Eca mengangguk dalam pelukan lalu melepaskannya. "Nih buat lu, semangat ujian hari ini ya eyon~" Aeron mengambil coklat yang diberi Eca lalu tersenyum "makasih, lu juga ya Eca" tangannya mengusak rambut hitam Eca gemas.

Aeron meraih tangan Eca lalu menariknya menuju kelas. "Ujian apa lu hari ini?" Eca diam sebentar "pjok aku" Aeron hanya mengangguk. "Gua kekelas ya" setelah mengantar Eca ia pun pergi ke kelasnya.

Sepanjang perjalanan menunju kelas Aeron sering tiba tiba tersenyum mengingat adegan tadi. "Sial salting sendiri gua" gumannya lalu mengusap mukanya kasar dan duduk ditempatnya.

"Yon! dah belajar lu?" Aeron menggeleng "ini baru mo belajar gua, sana sana hush" Gugun merasa diusir langsung memasang tatapan julid lalu memukul kepala Aeron dengan bukunya.

"Eh iya, bentar gun" Gugun hanya menaikkan sebelah alisnya.

"Ler, boleh liat catatan lu yang materi ini ga? ga lengkap gua" Skylar yang tengah fokus hanya melirik Aeron sebentar lalu menghela napas kemudian memberikan bukunya kepada Aeron.

"Kenapa ga pinjem sama Eca Eca itu siapa namanya Ica apa Eca" gumannya pelan dengan nada mengejek tak terlalu terdengar oleh Aeron karena sudah kembali ke bangkunya.

Berakhirlah Skylar sekarang tak punya bahan belajar dan kerjaannya hanya menatap Aeron tajam dengan ribuan gumanan yang ia lontarkan.

"Neh makasih, napa lu daritadi natap gua mulu? demen?"

"Dari lama njing" ucapnya ngegas lalu menarik kasar buku miliknya.

Aeron terkekeh kecil menatapnya lalu kembali ke tempat duduk melanjutkan kegiatan belajarnya yang sedikit tertunda.

"Malah ketawa kek gada salah aja anak setan, ck" gumannya kesal. Hari ini, tepat dihari selasa. Hari terakhir ujian mereka.

Aeron melihat ke arah Skylar yang sibuk menatapnya tajam dengan mulut yang senantiasa berguman entah apa yang ia ucapkan. "Pfft" Gugun ikut kemana arah pandang Aeron.

"Biar apaan kek gitu" ucapnya diakhiri tawa kecil. Pasalnya Skylar langsung menunjukkan jari tengahnya ketika Aeron melihat ke arah nya.

Tak lama dari itu bell berbunyi dan guru pengawas pun masuk dengan lembar ujian yang ia pegang. "Yok bisa yok hari terakhir" Gugun mengangguk.

"Bismillah"

"Ingat tata tertib saat pertama dijelaskan. Jangan ada yang mencontek, kerjakan sejujur mungkin. Saya tau kalau kalian belajar kalian akan bisa menjawab semuanya"

"Yaa, bu"

Lembar ujian pun dibagikan. "Ya, silahkan dikerjakan" sesuai dengan arahan akhirnya mereka mengerjakan soal ujian. Aeron dan Gugun sangat lancar mengerjakan. kalo kata erok "kita mah belajar" -auzhe

Your Enemy ???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang