SEHARI setelah turnament yang diadakan kini anak anak GH sedang asyik berkumpul di ruang tengah sambil memikirkan kemana mereka akan pergi besok.
"Ntar sore kita ke alun alun lah boy, ampe malem baru besok jalan jalannya" usul Aeron saat melihat video sekitaran alun alun bandung. "Bagus soalnya ni buat nongkrong kalo kata gua mah" ia menunjukkan ponselnya.
"Oke juga tuh, ntar aja jam 4 atau ga jam 5, kalo sekarang panas cok matahari masih diatas kepala" semua orang disana mengangguk setuju akan usulan tersebut dan kembali ke aktivitas masing masing.
"Gua ke kamar dulu" pamit Aeron lalu berdiri namun tiba tiba ada yang memegang tangannya "ikut yon" Aeron menoleh dan mendapati Gugun yang sudah berdiri "yok" dan berakhirlah mereka pergi dari sana.
"Ekhem bakal ada kisah asmara nih keliatannya" celetuk Kabuki melihat kedua juniornya. "Jan gitu bang, ada yang panas ntar" sewot Aran sambil asik bermain dengan ponselnya.
Beralih ke Aeron dan Gugun di kamar kini mereka hanya tiduran sambil bermain ponsel. "Yon" panggil Gugun dan hanya dijawab deheman oleh yang dipanggil.
"Gua mau cerita" Aeron langsung bangun dari tidurnya lalu bersender ke dinding. Gugun yang awalnya fokus menatap langit langit kamar terkejut karena aksi tiba tiba Aeron, ia pun ikut duduk.
"Lu inget kan pas lu ninggalin gua sama Yawi waktu lagi keliling GH" Aeron mengangguk "dia.." ucapnya nampak ragu "apa" Gugun melihat sekitar membuat Aeron semakin bingung.
"Napa sih gada sapa sapa tu pintu juga gua kunci" Gugun menghela napas lega. "Kemaren Yawi confess" Aeron yang awalnya sedikit kesal menjadi sangat penasaran "terus terus lu jawab apa" Gugun menunduk.
"Ga gua jawab yon, abis dia bilang gitu gua sung pamit ke dia ke kamar nyusul lu hehe" jawabnya sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal. "Yaelah lu, btw lu lagi suka sama seseorang ga gun?" Gugun menggeleng.
"Tidak, dan tidak akan sampai gua tamat sekolah" ucapnya teguh membuat Aeron menganga "serius lu" Gugun tersenyum menampakkan deretan giginya "hehe gatau sih tapi sejauh ini ya gaada dan gamau" Aeron menepuk dahinya lalu menggeleng.
"Labil lu" Gugun hanya terkekeh lalu merebahkan dirinya lagi diikuti dengan Aeron.
"Kalau misal dia bisa bikin lu buka hati gimana gun"
"Siapa?"
"Yaw-"
Tok tok tok
"Aeron, Gugun keluar makan dulu ntar mo pergi" suara Lora mengisi ruangan yang sedikit hening itu. "Iya lau, ntar gua nyusul ama Gugun" teriak Aeron "oke" ucapnya lalu pergi dari sana.
"Yawi?" Aeron mengangguk "yaa.. gua gatau? mungkin gua bakal nerima dia".
"Yaudahlah yok makan dulu" Gugun mengangguk lalu keduanya pergi turun bergabung.
Disisi Skylar. Sekarang ia seperti sedang menjadi detektive bersama teman temannya "kira kira siapa ya lek" sahut Dyrenn.
"Gatau aku lek, kemaren tu dia bilang 'someone special' lek" ucap Skylar membuat Arthur pusing hanya memikirkan hal yang tak ada guna baginya. "Kau kali lek" celetuk Dyrenn "ah gamungkin lek, orang tiap gua nembak dia nolak terus" kedua temannya mengangguk "bener juga" guman mereka bersamaan.
"Disana ada cewenya ga lek" Skylar mengangguk "ada banyak BA dari tim mereka ren cantek cantek lagi" ucapnya lesuh "BA doang bego" Arthur memukul kepala Skylar.
"Ah au pusing mikir gini aja mending kita nongskuy, ajak rinz geh" usul Arthur yang sudah mulai muak dengan pembahasan yang tak bermutu ini.
"Halo lek, kau lagi sibuk gak"
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Enemy ???
Novela Juvenil"Yon" "Paan?" "Jadi pacar gua yuk" "Pacaran sono ama tembok" Mari intip tentang keseharian Aeron yang selalu mendengar kalimat 'Jadi pacar gua yuk?' hampir setiap harinya hingga membuat dirinya muak dengan hal itu. NB: - BXB STORY - HOMOPHOBIC GET...
