Pernikahan Marven dan Jay digelar di sebuah gedung megah yang dipenuhi dekorasi indah dan elegan. Semua tamu hadir dengan penuh antusiasme, terutama teman-teman dekat pengantin yang sudah tidak sabar untuk merayakan hari besar ini.
Dari meja prasmanan yang penuh dengan hidangan lezat hingga suasana penuh tawa, semuanya menyatu dalam kebahagiaan.
Di sudut ruangan, Kalana dan Javian sedang sibuk dengan vlog mereka. Kamera sudah siap merekam, dan keduanya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan di acara yang sudah sangat mewah ini.
"Yo, guys! Jadi, kita lagi ada di pernikahan Marven dan Jay nih, dan seperti biasa, acara pernikahan tanpa review makanan tuh kurang afdol, kan?" Kelana memulai vlognya dengan ceria sambil mengarahkan kamera ke meja makanan.
Javian langsung mengangguk, "Betul banget! Kita kan nggak cuma datang buat nyaksiin akad nikah, tapi juga buat mencicipi semua hidangannya, hehehe."
Kelana mengambil sendok dan mencicipi nasi liwet yang terlihat menggoda. "Gila, nasi liwet di sini enak banget! Wangi banget, ayamnya empuk, dan sayurnya segar. Kalau kamu belum coba, langsung ambil sekarang juga!"
Javian langsung mengambil piring dan mencoba hidangan itu. "Wah, beneran enak! Rasa sayurnya, nyayur banget."
Kelana spontan melirik ke arah Javian, menyikut lengan Javian, "Ngevlog yang bener. Sayur mana yang nggak nyayur? Rasanya itu lho yang jelas."
"Mau gua sebut ini sayur rasa peler?" Tanya Javian, Menaikkan satu alisnya.
"Lo udah nyoba?"
"Belum sih, hehe."
"Oon." Kelana fokus kembali menatap layar ponsel, menyapa para penggemar, dengan memperlihatkan hidangan lain nya.
"Nah, sekarang kita coba dessert, guys!"
Kelana menggiring kameranya ke meja dessert yang penuh dengan kue-kue cantik dan puding cokelat yang menggoda.
Javian langsung mencobanya. "Hmm... gila, pudingnya lembut banget, cokelatnya nendang! Ini sih dessert yang nggak boleh ketinggalan."
"Setuju!" Kalana setuju sambil memasukkan sendok ke dalam puding.
"Ini sih, Marven dan Jay emang tahu cara bikin acara pernikahan jadi makan-makan yang nggak akan dilupain."
•••
Arlan dan Anna duduk di kursi yang terletak tak jauh dari pelaminan, menikmati suasana pernikahan Marven dan Jay yang begitu meriah. Di sekitar mereka, tamu-tamu sibuk bercengkerama, namun mereka berdua memilih untuk duduk santai, menyaksikan pasangan pengantin yang tampak bahagia.
Marven dan Jay, dengan senyum lebar, terus menerima ucapan selamat dari para tamu, sementara Arlan dan Anna melirik mereka dengan senyuman kecil di wajah masing-masing.
"Jadi, kapan ya giliran kita?" Anna memulai pembicaraan dengan nada menggoda, matanya yang jenaka memandang Arlan.
Arlan, yang sedang memandang pelaminan dengan tangan menyilangkan dada, menoleh ke arah Anna dengan senyum setengah serius.
"Kapan, tuh? Jangan-jangan kamu udah nungguin, ya?"
Anna mengangguk santai, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi, "Mungkin aku udah siap, kamu yang belum." Ia tersenyum nakal, seperti sedang menguji reaksi Arlan.
"Lihat deh, Marven sama Jay udah bahagia banget. Kita nggak mau kayak mereka, tuh? Punya pernikahan keren kayak gitu."
Arlan tertawa kecil, mengusap rambutnya yang sedikit acak-acakan. "Kamu gila, Anna. Kita masih muda banget, masih banyak yang harus dijalanin." Ia berpikir sejenak, menatap Anna yang sudah menunggu jawabannya dengan ekspresi menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Favorite Rival. (END)
FanfictionNasib Jay yang malang akibat menerima taruhan dari rivalnya sendiri--Marven. Penuh percaya diri, jika dirinya yang akan menang. Namun kenyataannya justru sebaliknya. °°°° Lapak BXB! cr; pinterest, Twitter, Instagram, dll.
