[ KAVIN 50. ❥ PENGORBANAN ]

364 24 21
                                        

HALO SEMUA AKU KEMBALI SETELAH 3 MINGGU LAMA NYA OFF HUHU MAAF SEMUA 😬

DAH YA SEPERTI BIASA JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN UNTUK HADIAH DI AKHIR TAHUN NANTI ❤️

✨ SELAMAT MEMBACA ✨

50. PENGORBANAN

Kavin berhenti di depan sebuah gedung pabrik kosong yang terbengkalai, dindingnya dipenuhi lumut dan besi-besi berkarat. Kesunyian memicu amarahnya yang memuncak. Darahnya mendidih, siap membunuh siapa pun yang berani mengusik Tasya.

Dengan langkah cepat, Kavin menendang kuat pintu besi besar yang bertengger di tengah-tengah dinding gedung.

BRAKK!

Pintu berderak, bergetar, lalu terbuka. Kavin melangkah masuk, napasnya dalam, matanya membara ke dalam kegelapan.

"KELUAR LO PENGECUT!!" teriak Kavin penuh amarah.

Kavin melangkahkan kakinya lebih dalam, berdiri di tengah-tengah ruangan luas. Matanya menelusuri setiap sudut gelap. "KELUAR GORDON!" ucapnya penuh penekanan.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari salah satu sudut gelap. Kavin menegang, matanya menyipit. Seorang laki-laki muncul dari bayangan, wajahnya tertutup slayer hitam.

"Berani juga lo ke sini!" kata laki-laki itu dengan senyum kejam.

Kavin melangkah maju, tinju terkepal kuat.

BUGH

"DIMANA TASYA BANGSAT!!" sentak Kavin mendaratkan tinju pada cowok itu hingga membuatnya terhenyak ke belakang.

Kavin menarik kerah baju cowok itu dan kembali melayangkan serangan tanpa jeda, sampai membuat sang empuh kewalahan untuk menyeimbangkan perlawanannya. sampai pada pukulan kesekian kalinya ia berhasil melumpuhkan laki-laki berslayer itu. Nafasnya berat tubuhnya tiba-tiba terasa lelah dan lemas.

Kavin reflek memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing, cairan kental berwarna merah menetes dari hidungnya.

"AKKKHHHHHHH......!!!" erang Kavin frustasi dengan keadaannya.

Suasana hening dan gelap kembali menyelimuti ruangan. Suara langkah kaki tak terlihat kembali. langkah itu terdengar begitu banyak dan semakin mendekat di tengah kegelapan.

"Balum nyerah juga lo," bisik suara seseorang di balik kegelapan.

Kavin menegang. matanya menyipit mencoba menangkap siapa orang yang baru saja bersuara, namun cahaya terlalu sulit untuk ia dapatkan di tempat ini. Cowok itu merasakan adanya Bayangan-banyangan gelap yang mengepung nya.

"BANGSAT! LEPASIN TASYA ATAU GUE BUNUH LO SEMUA!!" sarkas Kavin penuh dengan amarah.

Tidak ada jawaban. Hanya langkah kaki yang terdengar semakin dekat.
Mata Kavin menelisik di setiap sisi yang sudah terkepung.

"Sampah!" kata Kavin dingin sedikit tersenyum smirk melihat bayang-bayang ada lima belas orang yang mengepungnya.

Lawan-lawan mulai berdatangan, tinju-tinju kuat tak terlihat menghantamnya dari segala arah secara cepat. Yang dengan cakap juga bisa terdeksi oleh Kavin untuk membalas perlawanan
mereka.

BUGH

BUGH

Laki-laki pemilik mata setajam elang itu membalas serangan demi serangan yang ia dapatkan dengan sangat gesit dan bruntal, seolah sedang bertarung di tempat yang terang. Hingga satu persatu dari kubu lawan tumbang karena serangannya yang sadis.

Kavin terengah-engah, napasnya berat setelah berhasil melumpuhkan lawan-lawannya. perlahan tubuhnya mulai ambruk ke lantai, hawa dingin menyapa kulitnya, wajahnya pucat dengan darah yang masih terus mengalir dari hidung juga luka di kepalanya.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang