[KAVIN 61 ❥ YANG HARUS DI AKHIRI]

175 10 3
                                        

✨ SELAMAT MEMBACA ALL ✨

61. Yang Harus di Akhiri

Dengan hitungan detik, laki-laki itu melayangkan serangan kuat ke arah Kavin dengan gesit dan kuat.

Namun, dengan cepat juga Kavin berhasil menghindari serangan Agha. Dan melempar pukulan dan tendangan balasan dengan kuat dan keras tanpa memberinya jeda sedikit pun.

Kavin terus menyerang Agha dengan keras dan cepat, membuat laki-laki yang kekuatannya setara dengannya itu kesulitan untuk menghindar. Serangan Kavin semakin lama semakin kuat dan membuat Agha terjatuh ke lantai, dengan beberapa memar di wajah dan sudut bibir yang mengeluarkan darah.

Kavin berdiri di atas Agha, matanya menatap tajam ke arah Agha. "Mulai sekarang, lo bukan Abang tiri gue. " kata Kavin dengan nada dingin. "Dan mulai sekarang juga! Gue bukan bagian dari keluarga Rezvander. jadi gue peringatin kalian, jangan pernah usik kehidupan gue lagi!" lanjutnya dengan suara lantang.

Agha menatap Kavin dengan sorot mata yang sulit di baca, tangannya yang semula mengepal kuat kini tererai lemas. Sedangkan Algraf menatap putra sulungnya itu dengan tatapan terkejut.

Kavin terus melangkah pergi dari tempat itu, meninggalkan Algraf dan Agha yang masih terkejut dengan keputusan Kavin. Ia tidak menoleh ke belakang, tidak peduli dengan ucapan Algraf yang mencoba menahannya.

Kavin tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, ia tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga Rezvander lagi. Ia akan hidup dengan caranya sendiri, tanpa campur tangan Algraf dan Agha.

Dengan langkah yang mantap, Kavin meninggalkan tempat itu. Sampai pada ujung pintu langkahnya sempat tertahan, ketika melihat gadis yang sangat ia sayangi masih senantiasa menunggunya di luar gedung, padahal ia sudah menyuruhnya untuk pulang bersama anggotanya.

Tasya terduduk di tumpukan reruntuhan bangunan, badannya sedikit gemetar, matanya basah karena tangis yang masih belum reda.

Kavin menatap dalam gadis itu, pikirannya berkecamuk. Hatinya sangat khawatir dengan keselamatan gadis itu, karena orang-orang yang sangat membencinya tidak akan pernah bisa diam dan akan terus mengusiknya.

Sudah beberapa kali musuh-musuhnya itu mengincar orang-orang terdekatnya, terutama Tasya, hanya untuk mengancam atau mengusiknya membuat Kavin keluar dari persembunyian strateginya.

Kavin menghela napasnya gusar, lalu berjalan pelan ke arah Tasya dan teman-temannya yang sedari tadi belum menyadari keberadaannya.

"Kak Kavin!" Tasya berlari ke arah Kavin, membuat anggota Dragtrax menoleh ke arah tujuan gadis itu.

Tasya langsung berhamburan menabrak tubuh Kavin, dan memeluknya dengan erat, seolah enggan untuk melepaskannya walau hanya sedetik.

Kavin tidak membalas pelukan Tasya, pangdangannya kosong lurus ke depan, "Mulai sekarang jauhi gue," katanya dengan suara datar.

Tasya terkejut, ia mendongak menatap Kavin dengan mata yang bingung. "Mak-maksud Kak Kavin apa?"

Kavin melepas pelan pelukan Tasya, "Mulai sekarang kita selesai, lo bukan siapa-siapa gue lagi. Jauhi gue, gue udah nggak cinta lagi sama lo." ucapnya datar.

Bak di sambar petir di siang bolong, Tasya membeku, tubuhnya melemah seolah separuh nyawanya menjauh dengan cepat, cairan bening perlahan kembali mulai meluruh dengan deras, sorot matanya masih tidak percaya akan ucapan yang baru saja keluar dari mulut laki-laki itu.

Anggota Dragtrax yang melihat dan mendengar hal itu, saling beradu tatap dibuat bingung sekaligus marah karena keputusan ketua mereka yang tiba-tiba.

Terutama Faisal, yang langsung memberi pukulan keras dan kuat ke arah rahang Kavin. "BAJINGAN LO, BANGSAT?!" teriaknya penuh amarah.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang