[KAVIN 59 ❥ PENYERANGAN]

196 11 0
                                        

✨ SELAMAT MEMBACA ALL ✨

59. Penyerangan

Markas Draggos siang ini di penuhi oleh anggota Dragtrax, mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Rey, Marvel, Candra, Adit, dan beberapa anggota lainnya sedang asyik bermain kartu di sudut ruangan, wajah mereka dipenuhi oleh bedak bayi sebagai hukuman jika kalah dalam permainan. Di dekat mereka, ada Yogi dan Als sedang fokus pada permainan papan catur, dan Farzan yang sibuk dengan game PlayStation di layar gameplay.

Sementara itu, Putra, Krisna, Rama, dan Fajar menjadi pusat perhatian anggota yang lain dengan suara emas khas biduan dangdut yang mengalun keras bak suara toa masjid, membuat suasana markas menjadi lebih hidup. Di jajaran sofa, para "manusia kulkas" seperti Cakra, Renaldi, dan Vero fokus pada buku-buku di meja dekat jendela. Sementara Faisal dan Galen sibuk dengan ponsel mereka.

Suasana markas Dragtrax dipenuhi dengan gelak tawa, ejekan dan obrolan-obrolan ringan, menunjukkan bahwa kedua kubu geng itu sedang menikmati waktu kebersamaan mereka.

Tapi, di tengah kesibukan mereka, Kavin, laki-laki dengan sorot mata tajam bagai elang itu sedang beristirahat di salah satu kamar markas. Setelah mengantar Tasya pulang sekolah tadi, ia langsung mengabari Agha akan ke markas.

Kavin berbaring di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan mata yang kosong. Ia termenung, pikirannya melayang ke berbagai hal. Ia merasa perlu waktu untuk dirinya sendiri. Kavin memejamkan matanya sejenak, membiarkan pikirannya mengembara.

Di luar kamar, suara-suara anggota Dragtrax terdengar samar-samar. Namun, Kavin tidak terlalu memperhatikannya, ia lebih fokus pada pikirannya sendiri termenung lebih lama. Membiarkan dirinya menikmati kesunyian di kamar itu.

Kavin semakin rileks, napasnya menjadi lebih dalam dan teratur. Ia merasa tubuhnya menjadi berat, dan matanya perlahan mulai tertutup. Setelah beberapa saat, ia akhirnya tertidur dengan nyenyak, pikirannya yang sebelumnya melayang kini menjadi kosong.

Kavin terus menyelam dalam kesunyian dunia mimpinya, hingga suara kaca pecah yang keras membangunkannya dari tidurnya yang nyenyak.

Kavin membuka matanya dan melihat ke arah jendela kamar. Kaca jendela sudah pecah, dan ada sebuah batu besar di lantai kamar. Ia merasa heran dan sedikit bingung, tidak tahu siapa yang melempar batu ke jendela kamarnya.

Kavin bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah jendela. Ia melihat ke luar, tapi tidak ada yang terlihat mencurigakan. Sampai suara pintu terbuka mengalihkan fokusnya.

"Markas di serang, di depan ada Mavior dan... Kenzo." ucap Galen,  memberitahu dengan nada yang serius.

Kavin terdiam, darahnya mendidih, tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih. Tatapannya lurus ke depan, dengan sorot mata yang tajam seperti pisau yang siap menusuk mangsanya. Wajahnya merah karena emosi, dan otot-ototnya terlihat tegang.

"Ratain mereka!" titah Kavin, penuh penekanan.

Setelah mengatakan itu, lelaki dengan sorot mata tajam bagai elang itu, melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Ia tidak berbicara, tapi sorot matanya sudah cukup untuk menunjukkan betapa marahnya ia sekarang.

"Vin, Mavior serang kita dan bang Kenzo udah berkhianat, ikut di kubu mereka!" kata Marvel, dengan nada memburu.

Anggota Dragtrax lain yang menyadari kehadiran ketuanya itu, memandang dengan serius, mereka tahu bahwa Kavin tidak bisa diremehkan ketika sedang marah.

Galen mengikuti di belakang Kavin, dengan wajah khawatir. Intensnya melirik ke arah Faisal, seolah bersiap-siap. Karena keduanya tahu, kalau Kavin sedang dalam keadaan yang tidak stabil, dan mereka tidak ingin lelaki itu melakukan sesuatu yang akan membuatnya terlewat batas.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang