[KAVIN 60 ❥ BERKORBAN LAGI]

144 10 1
                                        

✨ SELAMAT MEMBACA ALL ✨

60. Berkorban Lagi

Motor Kavin melesat cepat di jalanan ibu kota yang padat akan kendaraan, bersamaan dengan itu, hujan meluruh dengan deras.

Kavin memegang setir motornya dengan kuat, matanya fokus ke jalan yang licin karena hujan. Setelah mendapat kabar dari Angga dan pesan singkat dari seseorang itu, lelaki itu kembali di kuasai oleh amarahnya.

Tidak ada umpatan yang ia lontarkan di sepanjang jalan, hanya kesunyian dengan napas yang memburu seperti api dan sorot matanya yang tajam bagai pedang. Tiba-tiba, motor Kavin slip, dan dia hampir terjatuh Namun, sebisa mungkin ia kembali menyeimbangkan motornya.

Di belakangnya, ada anggota Dragtrax yang mengikuti Kavin dengan kecepatan tinggi, mencoba untuk tidak terlalu jauh dari ketuanya. Jalanan mulai dipenuhi suara dentuman knalpot motor yang membara. Anggota Dragtrax terus memburu tidak ingin kehilangan Kavin di tengah hiruk pikuk jalan raya meskipun sedang hujan deras.

Setelah beberapa saat berkendara, Kavin akhirnya tiba di dekat stasiun. Ia berhenti di sebuah gedung tua yang terlihat sudah tidak terawat. Kavin mematikan mesin motornya dan melangkah turun, mata yang tajam menatap gedung tua di depannya.

Dengan langkah cepat dan pasti, Kavin memasuki gedung tua tersebut. ' gedung tua, ruang bawah tanah', isi pesan itu. Ia mencari jalan menuju ruang bawah tanah.

Mengelilingi setiap sudut gudang dan ruang-ruang kecil yang tersembunyi. Sampai intensnya terpaku pada satu lemari kayu yang usang. Kavin menatap lekat lemari tersebut, dan berjalan mendekatinya.

Ia membuka lemari tersebut dan menemukan sebuah lorong panjang, yang kemungkinan besar itu adalah jalan menuju ruangan di bawah bangunan. Dan bersamaan dengan hal itu, anggota Dragtrax menghampiri Kavin, dan melihat lorong tersebut.

"Gimana, Vin?" tanya Als.

"Biar gue yang urus, kalian pantau di sini." jawab Kavin dingin.

Anggota Dragtrax mengangguk singkat, lalu bergerak cepat berpencar mengelilingi bangunan dan ruangan tersebut untuk berjaga-jaga.

"Vin, hati-hati." kata Vero, mengingatkan.

Kavin mengangguk singkat, lalu melangkah masuk menyusuri lorong panjang yang gelap dan pengap, sampai ia tiba di sebuah ruangan luas yang minim pencahayaan.

Mata elangnya menatap tajam sepuluh orang yang berdiri diantara seorang gadis berhijab, yang terduduk di kursi dengan mata tertutup, kedua tangan terikat. Wajah mereka tertutup oleh slayer hitam.

Tangan Kavin mengepal kuat, rahangnya mengeras. "Lepasin dia," kata Kavin dengan nada yang dingin.

"Kita nggak akan lepasin dia," ucap salah satu dari mereka.

Kavin tersenyum miring, "Lepasin dia, atau kalian mati di tangan saya." peringatnya dingin dan keras.

"Silahkan, kita nggak takut," jawab salah satu dari mereka.

Kavin menatap dingin orang-orang itu, napasnya memburu seperti api. Dan dengan gerakan cepat, ia menyerang orang-orang itu dengan gesit dan bruntal.

Pertempuran sengit pun terjadi di ruang bawah tanah. Kavin terus melemparkan pukulan dan tendangan keras tanpa jeda kepada orang-orang itu.

Ia terus melawan, berjuang keras untuk menyelamatkan Tasya, menggunakan segala kemampuan yang ia miliki untuk mengalahkan orang-orang itu. Sampai satu persatu dari mereka runtuh ke lantai karena serangan Kavin yang kuat.

Bug

Kavin melayangkan bogem mentah, dan berhasil membuat memimpin kelompok itu mundur beberapa langkah. Namun, dengan cepat orang itu membalas serangan Kavin dengan pukulan keras sampai membuat Kavin terhuyung ke belakang, sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang