✨ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ✨
MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN KARENA INI CERITA PERTAMA YG AKU BUAT🙏🏻
Menceritakan tentang seorang KAVIN REZVAN FARIZI,
Cowok jangkung berwajah tampan diatas rata² pemilik mata setajam pisau dan tegas. Yang terkenal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
6. Perasaan Tasya
"BUNDA!, HOODIE ASYA YANG PANDA MANA?" teriak Tasya.
Sejak dari tadi setelah selesai dengan urusan mandinya dan bersiap untuk ke sekolah, Tasya mengobrak Abrik isi lemarinya mencari hoodie panda kesayangannya yang tidak kunjung ketemu.
"ada di lemari sayang! cari dulu." sahut Fatimah dari dapur.
Tasya kembali mencari hoodie itu, setelah mendengar jawaban dari Fatimah. "Nah, ini ketemu," ucapnya dengan nada senang, setelah menemukan Hoodie yang sejak tadi ia cari.
Tasya menutup lemarinya, dan menyelempang Hoodie pandanya di lengan kiri. Lalu berjalan ke arah ranjang untuk merapikan beberapa bukunya yang masih berantakan.
"Udah ketemu belum?" tanya Fatimah, ketika memasuki kamar Tasya.
Tasya menoleh, sambil tersenyum. "Udah Bund," jawabnya mengangkat lengannya yang terslempang Hoodie itu.
"Ya sudah, sana turun sarapan dulu." kata Fatimah, mengusap kepala Tasya lembut.
"Iya, bunda duluan, Asya mau balas pesan Putri dulu," balas Tasya.
Fatimah mengangguk, lalu keluar dari kamar Tasya kembali ke bawah menuju ruang makan.
Tasya berjalan ke arah meja belajar, tangannya mengambil benda pipih yang ada di atas tumpukan novel. Tasya membuka room chatnya yang sejak tadi harus ia pending, karena sibuk mencari Hoodie pandanya.
Ponselnya itu masih terus berbunyi, yang menandakan ada banyak pesan masuk. Namun, Tasya tidak segera membukanya karena masih fokus mencari Hoodie kesayangannya itu.
Putri Wulan Anggraini Gue udah sarapan tadi, jadi bilang sama Tante Fatimah kalau gue gak ikut makan
Gue OTW
Tasya Santika Anugerah Ok, Hati-hati Putri 😘
Tasya berdiri mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamar, kakinya menuruni tangga menuju ruang makan sudah ada ayah dan bundanya disana, yang menunggu putri kesayangannya itu untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi princess Asya," sapa Angga ayah Tasya.
"Selamat pagi ayah, Bunda," balas Tasya mencium tangan Angga dan Fatimah lalu duduk di samping Fatimah. "Wah ada cumi kesukaan Asya," matanya berbinar melihat makanan kesukaannya cumi goreng yang ada di hadapannya.
Fatimah tersenyum, "iya bunda sengaja, masakin buat kamu." katanya.
Asya mengambil piring, lalu menyodorkannya kepada Fatimah, "Asya mau bunda, yang banyak."
Fatimah tersenyum, mengambil piring putih polos itu, dan mengisinya dengan nasi, sayur, dan tidak lupa lauk cumi goreng favorit putri kesayangannya. Lalu setalah di rasa cukup, ia memberikannya kembali kepada Tasya.