✨ SELAMAT MEMBACA ✨
Suara teriakan ala supporter bola dan makian, terdengar ricuh dari dalam bangunan rumah mewah berlantai tiga, Halamannya dipenuhi dengan tujuh jajaran motor KLX dengan berbagai modif dan stylish yang terparkir rapi di sana.
"SIALAN LO YOG! ITU PUNYA GUE NGAPAIN LO BUNUH, NJIR?!" ujar Zayyan kesal.
"Salah lo sendiri, ngapain lo halangin jalan gue!" balas Yoga, dengan nada sedikit tinggi, namun terkesan santai.
"Woyy! kenapa jadi pada berantem lo berdua, lanjut noh musuh makin banyak." sahut Ardian, melerai perseteruan kedua temannya itu sambil terus fokus pada game.
Ketiga aki-laki itu memang sedang asik bermain game Plastation sejak kaki mereka memasuki rumah mewah tersebut, dengan cemilan dan minuman bersoda yang tertata rapi di hadapan mereka.
Sedangkan tiga yang lain hanya duduk santai di atas sofa, sibuk dengan ponsel masing-masing, sambil sesekali memperhatikan ketiga manusia ahli debat itu bermain game.
"Al, udah tidur Li?" pertanyaan itu dari Gerry, yang melihat laki-laki yang menjadi lawan bicaranya itu baru saja duduk di sofa single.
"Hm," jawab Lio, tanpa menoleh Gerry.
"Gimana kata dokter soal keadaan Al, Li?" sahut Eric, sambil meletakan ponselnya di atas meja.
Lio menghela napasnya gusar, kepalanya perlahan menggeleng singkat. "Belum ada perkembangan, jantungnya masih sama. Gue masih cari pendonor nya." jawabnya, menatap lekat wallpaper foto dirinya dan juga adik kesayangannya itu.
Eric mengangguk singkat, ia sangat mengerti bagaimana perasaan ketuanya itu bukan cuman Gerry tapi semua anggota inti Venom juga merasakan hal sama dengan Eric.
Keheningan menyelimuti mereka sebentar, sampai seorang laki-laki paruh baya dengan stelan kemeja dan jas kantor berwarna navy memasuki rumah tersebut. Lio menatap lekat sekilas laki-laki itu dengan tatapan tajam, lalu kembali fokus pada teman-temannya.
"Lio, bagaimana Al, dia sudah istirahat?" pertanyaan itu langsung keluar dari mulut laki-laki berumur yang menghentikan langkahnya sebentar, ketika matanya melihat Lio dan teman-temannya di ruang tamu.
"Hm," jawab Lio singkat, tanpa menunjukkan ekspresi yang jelas.
Laki-laki berumur itu mengangguk singkat, memperhatikan Lio dengan tatapan yang serius. "Bagus, Papa sudah bicara sama Dokter Liam dari Amerika, dia akan ke Indonesia untuk mengobati Al," katanya dengan senyum kecil.
Lio mengangguk singkat, tetapi tidak menunjukkan reaksi yang jelas. Teman-temannya memperhatikan percakapan itu dengan rasa penasaran, tetapi tidak berani ikut campur.
"Oh ya satu lagi, besok kamu harus temenin papa meeting dengan klien penting." katanya serius.
Lio hanya diam, tidak merespon apapun. Hanya tatapan mata malas yang menjadi reaksinya tanpa terlihat oleh sang papa. Laki-laki paruh baya itu terus memperhatikan Lio seolah sedang menunggu jawaban dari sang empuh.
"Kamu dengar, kan Lio? Besok pagi, papa ingin kamu ada di kantor pukul sembilan pagi," katanya lagi.
Lio masih diam, tidak menjawab pertanyaan dari papanya itu. Teman-temannya memperhatikan situasi itu, rasa tidak nyaman mulai menyusuri atmosfer mereka perlahan.
Laki-laki paruh baya itu menghela napasnya panjang dan melanjutkan langkahnya menuju tangga, meninggalkan Lio dan teman-temannya di ruang tamu. "Papa harap kamu tidak lupa, sama tugas kamu besok," katanya sebelum menaiki anak tangga.
"Lio usahakan, tapi nggak janji. Jagain Al lebih penting dari sekedar berpresentasi di depan orang untuk mendapatkan uang." balas Lio santai.
Laki-laki paruh baya itu menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Lio dengan tatapan yang keras. "Apa kamu bilang, Lio?! Menjag Al lebih penting daripada pekerjaan yang akan menjanjikan kamu dan Al masa depan yang cerah? Kamu tau kalau pekerjaan ini sangat penting bagi keluarga kita dan penerus perusahaan kedua papa ini kamu, Lio! dan satu lagi kamu nggak perlu khawatir soal Al, besok Dokter Liam akan menjaganya." katanya dengan nada yang tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAVIN [ SEGERA TERBIT ]
Teen Fiction✨ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ✨ MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN KARENA INI CERITA PERTAMA YG AKU BUAT🙏🏻 Menceritakan tentang seorang KAVIN REZVAN FARIZI, Cowok jangkung berwajah tampan diatas rata² pemilik mata setajam pisau dan tegas. Yang terkenal...
![KAVIN [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/361737454-64-k225555.jpg)