✨ SELAMAT MEMBACA ✨
Bab 55. Kepulangan Seseorang
Setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya Kavin perbolehkan untuk pulang. Laki-laki pemilik mata setajam elang itu, kini telah mengendarai mobil sportnya menembus jalanan pagi hari yang cerah menuju rumah Tasya.
Saat fokus berkendara, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Kavin mengaktifkan earphone nya dan menjawab panggilan tersebut, setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tapi, nama itu terlihat sedikit begitu asing baginya.
ON CALL 📱
Kavin Rezvan Farizi
Hm?
•••
Jemput gue di bandara siang ini.
Kavin Rezvan Farizi
Ngapain lo balik?
•••
Kuliah gue udah kelar, bosen kalo cuman di sini. lagian lo ga suka bngt gue pulang? Puas bngt lo bikin onar di sana, Hm? Sampai hampir buat lo mati dua kali.
Kavin Rezvan Farizi
Ck, basi. kalau lo ga tau apa-apa, ga usah bnyk bacot
END CALL 📱
Kavin memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, tanpa mendengar balasan dari sang lawan bicara di ujung telepon sana. Ia sangat malas jika harus terlibat dalam percakapan yang tidak penting dan hanya akan membuang waktu nya saja.
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil Kavin berhenti tepat di pelataran rumah Tasya. Ia mengambil buket bunga tulip pink dan boneka beruang hitam kecil yang ada di kursi sebelahnya dan keluar dari mobil, melangkah masuk menuju pintu utama yang ternyata sudah terbuka lebar.
Fatimah, wanita paruh baya itu menyambut kedatangan Kavin lebih awal dengan senyuman hangat yang terukir, setelah mendengar suara mobil sport yang terparkir di halaman rumahnya.
"Assalamualaikum, Bun." ucap Kavin, mencium punggung tangan Fatimah.
"Waalaikumsalam Vin, ayo masuk ada Ayah di dalam." kata Fatimah, mengusap lembut lengan Kavin.
Kavin mengangguk, dan melangkah masuk ke dalam rumah. "Assalamualaikum, Ayah." ucap Kavin, melihat Angga yang sedang sibuk dengan laptop di depanya. Sedangkan Fatimah, wanita itu sudah berjalan masuk ke dalam.
"Waalaikumsalam," balas Angga, menghentikan sebentar aktivitasnya. "Vin, gimana keadaan kamu?" tanyanya.
Kavin mencium punggung tangan Angga. "Alhamdulillah, baik Yah." jawabnya, sambil duduk di sebelah Angga.
Angga mengangguk, "Syukur kalau begitu. Ayah seneng kalau kamu sudah baik-baik saja." katanya sambil tersenyum hangat. "Oh iya Vin, gimana perkembangan kasus buronan yang ayah minta kamu untuk menyelidikinya, sudah sampai sejauh mana?" tambahnya.
"Aman Yah, semua penyelidikan udah berjalan sekitar 70%. Galen juga udah nemuin beberapa petunjuk dan bukti." jawab Kavin dengan nada yang terkesan serius.
Angga mengangguk puas, "Bagus, Vin. Ayah sudah mengambil langkah yang tepat, untuk serahin tugas ini ke kamu. " menepuk pundak Kavin pelan.
Kavin tersenyum kecil. "Terimakasih, yah. Saya akan menyelesaikan tugas dari Ayah dengan sebaik mungkin."
Angga mengangguk, merasa puas dengan jawaban dan usaha Kavin. "Tapi inget, kamu harus hati-hati jangan gegabah. Sama ini." menunjuk dada Kavin. "Jaga kesehatan kamu, pulih lebih penting." ucapnya.
Kavin mengangguk singkat, tersenyum kecil.
Di waktu yang sama, Tasya keluar dari kamarnya dan turun dari tangga sambil berlari dan memanggil nama Kavin.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAVIN [ SEGERA TERBIT ]
Teen Fiction✨ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ✨ MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN KARENA INI CERITA PERTAMA YG AKU BUAT🙏🏻 Menceritakan tentang seorang KAVIN REZVAN FARIZI, Cowok jangkung berwajah tampan diatas rata² pemilik mata setajam pisau dan tegas. Yang terkenal...
![KAVIN [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/361737454-64-k225555.jpg)