[ KAVIN 53. ❥ PERTEMUAN & INFORMASI ]

557 24 15
                                        

✨ SELAMAT MEMBACA ✨


Rumah sakit yang megah berdiri di tengah kota, dengan bangunan yang modern dan fasilitas yang canggih. Dindingnya yang putih bersih dan jendela yang besar memantulkan cahaya matahari pagi yang cerah. Di atas atap, terdapat menara yang menjulang tinggi, dengan lampu yang berkedip-kedip sebagai tanda kehadiran rumah sakit tersebut.

Pagi hari yang cerah, dengan sinar matahari yang hangat dan lembut, memancarkan harapan baru. Burung-burung berkicau dengan gembira, menambahkan kesan damai dan tenang di sekitar rumah sakit.

Di salah satu ruang rawat, terdengar suara canda tawa yang keras dan terkutuk. Suara itu berasal dari ruang rawat Kavin, yang semalam terbaring tidak bernyawa di atas tempat tidur. Tapi sekarang, ruangan itu dipenuhi dengan suara tawa dan canda dari ketujuh belas anggota inti Dragtrax.

"PUTRA SIALAN!" teriak Krisna. melayangkan sepatu terbang ke arah Putra, karena laki-laki itu sudah mengagetkannya yang sedang tertidur pulas di karpet.

"Weh! rusuh lo! gue cuman ngagetin bangsat, bukan ngajak lo perang sepatu!" kata Putra melempar kembali sepatu itu ke arah Krisna.

"Berisik banget njir! pangeran Rama yang paling ganteng lagi tidur weh! parah lo pada," ucap Rama. yang merasa tidurnya terganggu karena perseteruan kedua makhluk tantrum itu.

Setelah kejadian pahit semalam yang membuat mereka terpuruk. Sekarang mereka tengah kembali menikmati suasana kebersamaan dan canda tawa, setelah mendengar kabar terakhir bahwa Kavin sudah terlepas dari jangkauan maut. Sekarang Ketujuh belas inti Dragtrax tengah mengistirahatkan tubuh mereka, dengan bersantai dan sebagian juga tertidur pulas karena merasa kelelahan.

"Ceilah pangeran paling ganteng, pangeran tokek kali lo Ram." sahut Marvel melempar kulit kacang ke arah Rama.

"Anjir lo! gue bukan tempat sampah dodol!" sungut Rama melempar kembali kulit kacang itu, lalu kembali menjelajahi dunia mimpinya yang sempat terhenti.

"Gimana keadaan cewek-cewek?" tanya Kavin, membuka suara.

"Mereka semua aman Vin, Aruna yang urus kemarin," jawab Renaldi.

Kavin mengangguk mengerti. "Siapa yang donorin darahnya buat gue, Gal?" tanya menatap Galen yang duduk di samping Faisal.

Galen menggelengkan kepalanya singkat. "Gue nggak tau Vin. Dia terlalu tertutup, sulit gue kenalin."

"Tapi Bos, yang jelas tuh cowok kayaknya masih di sekitar rumah sakit ini, soalnya tadi dia pamit sama kita lagi jaga adeknya yang lagi sakit." kata Candra sambil mengunyah snack.

"Lagian Vin, lo demen banget bikin kita-kita pindah jantung sampe ke mars, mana dua kali lagi lo begini." celetuk Putra. "Lo tau, semalam hampir aja tuh dokter di telen ama Faisal, untung ada Rey yang nahan. Kalau kagak? Em...! habis tuh dokter tinggal tulang doang." sambungnya tanpa dosa.

"Heh!? Lo kira Faisal kanibal. oon banget lo, mau di gorok lo sama doi?" sahut Marvel, mengarahkan kepala Putra menatap Faisal yang memasang wajah dingin dengan tatapan tajam.

"Hehe, ampun Sal bercanda gue," cengir Putra.

Kavin memutar bola matanya malas, mendengar celetukan tidak beradap dari teman-temannya itu. Namun, diam-diam laki-laki itu memperhatikan satu persatu anggotanya yang sepertinya memang salah satunya tidak ada di sini, dan ia sangat tahu siapa orang itu tapi Kavin hanya diam. Sampai suara decitan pintu terbuka mengalihkan intensnya dan yang lain serempak ke asal suara.

"KAK KAVIN!!" Tasya berlari mendekati brankar Kavin, dan memeluk erat tubuh cowok itu.

Tasya terisak, tangisnya pecah tak beraturan, nafasnya tersengal-sengal dengan kedua tangan yang terus memeluk erat tubuh Kavin, seperti enggan untuk melepaskannya.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang