[ KAVIN 51. ❥ PERJUANGAN DAN PENYELAMATAN TASYA ]

364 20 25
                                        

HAI AKU KEMBALI LEBIH AWAL HUHUHU SETELAH SEKIAN PURNAMA YAA MAAP SEMUA 🤧

✨ SELAMAT MEMBACA ✨

51. PERJUANGAN DAN PENYELAMATAN TASYA.

Kavin berdiri dengan tubuh yang tergoyah, darah mengalir deras dari dua luka tusukan di perutnya. Wajahnya pucat, mata merah karena kekurangan darah, dan napasnya terengah-engah. Bajunya basah oleh darah yang terus mengalir, membuatnya terlihat seperti mayat hidup.

Tangan Kavin gemetar saat mencoba menekan luka untuk menghentikan pendarahan. Namun, rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya tergigit gigi. Kaki Kavin lemas, seolah-olah bisa rubuh kapan saja.

Meski kondisi tubuhnya lemah, semangat Kavin untuk menyelamatkan Tasya tetap membara. Dia memandang Tasya dengan mata yang berkilauan.

Tasya terjatuh ke lantai, matanya terpaku pada Kavin dengan ekspresi ketakutan dan kesedihan. Wajahnya pucat, air matanya mengalir deras, membasahi pipinya. Dia tergagap, tidak bisa mengucapkan kata-kata. Hanya tangis dan jeritan yang keluar dari mulutnya. Tangan Tasya terikat, tapi dia berusaha keras untuk melepaskan diri, ingin mendekati Kavin.

Kavin melihat Tasya terjatuh, matanya menatap lekat dengan rasa cinta dan kekhawatiran. "Syaa," katanya dengan suara lemah.

Tasya menggelengkan kepalanya, menatap Kavin dengan mata basah. "Ka-Kak Ka-Kavin..." katanya tergagap.

Kavin tersenyum lemah, darah terus mengalir dari lukanya.

"VIN!!!" teriak Rey, melihat Kavin yang sudah di luar kata tidak bisa bertahan lagi.

"AKHHHHHHHH... BANGSAT!!!!" seru Ricky mulai bertarung kembali mengahadapi anak Mavior yang masih terus mengepung mereka dengan bruntal.

Kavin terjatuh, napasnya tersengal-sengal. Darah dan keringat terus mengalir menjadi satu membasahi lantai.

Panji, ketua Satro itu, menertawakan dengan sadis. "Lo udah kalah, Vin! Mending lo nyerah aja dan... mati!"

Kavin memandang Tasya, dengan tekad. Ia menggigit gigi, bangun dari lantai dengan susah payah. "DIEM LO KEPARAT!" seru Kavin menggelegar, suaranya lemah tapi penuh semangat. "Gue nggak akan nyerah! sebelum lo semua rata!"

"Ck, kita lihat aja lo atau kita yang rata." kata cowok berslayer merah yang berdiri di samping Panji tersenyum miring.

Kavin tersenyum miring, matanya berbinar dengan keberanian menatap lekat musuh-musuh di hadapannya. Dengan napas yang memburu, Kavin berdiri tegak, siap menghadapi lawannya sekali lagi.

Seluruh anggota inti Draggos dan Antrax terkejut, melihat Kavin bangun kembali. Padahal kondisi cowok itu sudah jauh dari kata baik dan mampu bertahan lagi.

"VIN!!" ucap Cakra.

Kavin kembali melawan dengan kekuatan terakhirnya. Pukulan dan tendangan mereka menghujam tubuh Kavin yang sudah lemah, membuatnya terjatuh berulang kali. Meskipun begitu, Kavin tetap bangun, berusaha menyelamatkan Tasya.

Tasya yang melihat kegigihan Kavin menangis parau, memohon kepada Bianca. "To-tolong...., berhenti Ka-Kak Aca....! Ka-Kak Ka-Kavin bisa sa-sakit....!" isaknya pecah.

Bianca tersenyum dingin, tidak tergerak oleh permintaan Tasya. "Pangeran lo kuat juga," katanya dengan nada memuji. "Tapi kita lihat, sampai kapan pahlawan kesayangan lo itu bertahan." tersenyum miring menatap Tasya.

Tasya terkejut, pupil matanya melebar mendengar ucapan dari Bianca. Tangisan nya semakin pecah, gadis berhijab itu terus memohon kepada Bianca agar mau menghentikan pertarungan ini.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang