[KAVIN 56 ❥ SENJA DI RUMAH POHON]

179 9 2
                                        

✨ SELAMAT MEMBACA ✨

Kavin berjalan menyusuri koridor-koridor kelas, menuju ruang 21 tempat gadis kecil kesayangannya, bersama teman-teman nya yang mengikuti dari belakang dengan langkah santai.

Lelaki itu baru saja datang dari menjemput Agha dan mengantarnya ke rumah Kavin, satu jam sebelum bel pulang berbunyi. Kavin langsung menyelesaikan ujian susulannya yang tersisa dua mapel saja selama 50 menit.

"Vin, kenapa Bang Agha lo bawa ke rumah lo?" tanya Cakra yang berjalan di belakangnya.

"Dia sendiri yang minta." jawab Kavin, tanpa menoleh sang lawan bicara.

"Alasannya?" sahut Faisal datar, melirik sekilas laki-laki di sampingnya.

"Gue nggak tau, bukan urusan gue," balas Kavin singkat.

Setalah menuruni tangga ke lantai satu dan berbelok ke kanan tepat di sebelah lapangan utama, Kavin tersenyum melihat Tasya yang sudah menunggunya di depan kelas, bersama Putri, Elise, Jia dan komplotan Fajar.

Tasya yang melihat Kavin datang langsung tersenyum cerah, "Kak Kavin!" katanya, berlari menuju lelaki itu.

"Gimana hari ini Princess? Aman?" tanya Kavin mengusap lembut puncak kepala Tasya.

Tasya bergeming senyumnya menipis, lalu menoleh Putri yang juga menatapnya sekilas. dan kembali menarik senyumnya secara paksa.

"Aman dong, kan Asya udah ketemu sama Kak Kavin." kata Tasya bersemangat. "Lagian Kak Kavin kenapa lama banget perginya, kan Asya jadi istirahat sendiri." rengeknya manja.

Kavin tersenyum gemas melihat gadis kesayangannya itu, "Maafin, ya Princess, ada urusan yang nggak bisa aku tinggal." mencubit pelan hidung Tasya.

Tasya menghela napasnya panjang," Iya, Asya maafin, tapi jangan ninggalin Asya lagi yaa?" katanya tersenyum manis.

Kavin membalas senyum Tasya, lalu memeluk tubuh gadis itu, "Oke, ready to go home princess?" tanya Kavin.

Tasya mengangguk, senyumnya masih terus ia tarik. "Ready....!" jawabnya dengan nada bersemangat.

"Ekhem, bucin mulu perasaan, kek nggak ada tempat lain aja, lo Bos!" serobot Putra memakan permen karet yang baru saja ia buka.

"Apa sih Kak Utara, nggak jelas banget, kalau iri bilang aja, huuuu." balas Tasya sinis.

"Buset! Lo Cil g-" ucapan Putra terpotong, karena mulutnya di bekap oleh Ricky.

"Diem lo, nggak usah komplain, mau di gorok leher lo sama Kavin?" ucap Ricky, membekap mulut Putra.

Putra menggeleng mencoba melepaskan tangan Ricky dari mulutnya. "SIALAN LO RIC! PERMEN KARET GUE KETELEN ANJIRRR!" teriak nya, setelah tangan Ricky berhasil terlepas lalu memegangi lehernya.

"Hah? Serius lo Put?" tanya Marvel dengan nada kaget, mendongak kepala Putra.

"BANGSAT! MAU PATAHIN KEPALA GUE LO!" ucap Putra kelagaban, lalu menepis tangan Marvel kasar.

Marvel menyengir, "Sorry Put, sengaja gue." balasnya tanpa rasa bersalah.

"Gue juga Put," serobot Ricky, menyengir.

Semua anggota Draggos termasuk ketiga cewek lainnya tertawa lepas melihat Putra yang masih memegangi leher nya, sambil menatap sinis ke arah Marvel dan Ricky.

Tasya yang ikut tertawa, menunjuk Putra. "Hayo lho Kak Utara... nanti permen karetnya jadi cacing raksasa." godanya kembali tertawa keras.

Jujur saja Tasya hanya berusaha mencairkan suasana, agar tidak ada yang curiga tentang kesedihannya yang mendalam. Sambil sesekali gadis itu melirik Putri yang hanya merespon dengan senyum kecil.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang