✨ HAPPY READING ALL ✨
62. Melepaskan
M
obil BMW putih, berhenti tepat di depan pintu gerbang utama SMA SANTANU. Seorang gadis berhijab turun dari dalam mobil, senyum manis yang biasa terukir indah di bibir plumnya. Kini berubah menjadi ukiran sayu. Dengan langkah pelan, Tasya berjalan memasuki area sekolah setelah mengucapkan terimakasih kepada Pak Doni, supir pribadi ayahnya.
Pandangannya menyapu seluruh area penjuru sekolah, sampai pada langkah yang ke sepuluh, kakinya terhenti. Sorot matanya menatap segerombolan anggota Draggos yang masih berkumpul di area parkir pribadi mereka.
Di sudut itu, seorang pemuda dengan sorot mata tajam bagai elang tengah duduk santai di atas motornya, tangannya sibuk memainkan ponsel, tanpa mengangkat pandangan sedikit pun.
Tasya bergeming, memori tentang kejadian kemarin masih melekat jelas dalam pikirannya. Gadis itu mengalihkan intensnya, mencoba menahan cairan bening yang hampir meluruh, membendung di kelopak matanya.
Tangannya sedikit bergetar, tapi ia berusaha untuk menetralisir rasa sesak yang masih terus merambat dalam hatinya. Sampai suara panggilan dari seseorang membuatnya tersadar.
"Hai Sya...!" panggil Elise, menepuk pundak Tasya dari belakang, bersama Putri dan Jia di sampingnya.
Tasya mengusap kasar air matanya, yang entah sejak kapan meluruh. "Oh, halo Elise," mencoba menarik senyum ceria di kedua sudut bibirnya.
"Lo baru dateng Sya?" tanya Jia yang berdiri di samping kiri Tasya.
Tasya mengangguk cepat, "Iya, tadi di antar Pak Doni," jawabnya, masih dengan senyum yang sama.
"Sya, are you oke?" tanya Jia melihat sedikit ada yang berbeda dengan gadis itu.
Tasya refleks memalingkan intensnya ke arah lain dan berusaha terlihat tenang. "Iya, Asya aman kok Jia, emangnya kenapa? Ada yang aneh ya sama penampilan Asya hari ini?" tangannya merapikan baju dan hijabnya yang sedikit berantakan.
"Nggak ada sih, lo tetep cantik kaya biasa. Cuma... apa ya," Jia menjeda sejwnak kalimatnya, sambil memandang lekat wajah Tasya. "Keknya ada yang lagi belajar pake make up nih," sambungnya, memberi kode kepada Elise dan Putri.
"What!" Seriusan?" heboh Elise, menggeser tubuhnya tepat di hadapan Tasya. "OMG! Gila banget sih lo Sya, sejak kapan lo belajar beginian? Bukannya lo paling anti ya sama yang namanya make up, eits... Tapi tenang nggak usah sedih, lo cakep banget asli gue nggak bohong suwer," cetusnya sambil mengangkat jarinya membentuk angka dua.
Tasya sedikit menunduk malu, karena ucapan dari Jia dan Elise, "Ih apa sih Elise mah, ini tuh biar nggak pucet tau, muka Asya kalau nggak pake ini udah kaya zombie kejepit pintu," menepuk-nepuk pelan kedua pipinya.
Jia dan Elise hanya mengangguk paham sambil ber O ria, dengan wajah yang seolah terkekeh kecil melihat gebrakan baru dari sahabatnya yang satu itu.
Putri yang sejak tadi hanya diam, memperhatikan drama tidak jelas dari teman-temannya, menghela napas panjang. "Sya, Lo nggak mau ke kelas? Bentar lagi jam 7," katanya, mengingatkan.
Tasya mengangguk, "Ayo ke kelas, nanti telat." meraih tangan Putri, Elise dan Jia lalu menariknya pelan agar mengikuti langkahnya.
Tasya mulai melangkah meninggalkan area parkiran menuju kelas, diikuti Putri, Jia dan Elise di belakangnya dengan wajah yang terus menunjukkan keceriaan.Tapi, ketika tepat di pertengahan koridor dengkat dengan tangga penghubung lantai dua, langkahnya terhenti, tubuhnya berbalik, intensnya menatap gerombolan anak Draggos, terutama sosok Kavin yang ternyata juga menatap nya.
Mata elang yang teduh itu sekarang terlihat asing, tidak ada lagi gambaran kehangatan dan cinta, hanya tatapan datar dan dingin yang tersorot. Tasya menundukkan pandangannya mencoba untuk membungkam sesak yang kembali menjalar dalam dadanya ketika netranya kembali beradu pandang dengan laki-laki yang sampai detik ini masih melekat penuh dalam hatinya.
Kenangan kebersamaan yang masih melekat jelas di pikirannya, bak seperti sebuah film yang terus di mainkan. Membuat Tasya merasa terpuruk, seakan sebagian hidupnya menghilang di tengah kegelapan yang luas. Tasya kembali mengangkat pandangannya, menatap kembali wajah laki-laki yang masih menguasai hati dan pikirannya. Namun, sudah tidak bisa lagi ia rasakan kelembutan yang hadir.
Ketiga gadis di sampingnya, saling beradu pandang, mereka tahu bagaimana perasaan sahabatnya yang satu itu, tapi mereka memilih diam dan terus berusaha menghibur Tasya agar gadis itu tidak terlarut dalam kesedihan yang mendalam, mereka akan terus menemani Tasya.
"Sya, udah yuk nanti telat," panggil Jia lembut, merangkul lengan Tasya dan sedikit menariknya pelan.
Tasya menegakkan pandangannya, kepalanya mengangguk pelan dengan senyum yang sama penuh keceriaan, lalu kembali melenggang menuju kelas bersama Putri, Jia dan Elise.
Kavin, yang sejak tadi diam-diam memperhatikan gadis itu, sejak Tasya turun dari mobil. Menatap lekat punggung gadis kecil kesayangannya itu sampai menginjak lantai dua, pandangannya sulit teralihkan. Ada rasa yang tidak biasa dalam hatinya.
Melepas seseorang yang sangat di cintai rasanya sangat sulit dan seperti menikam diri sendiri, tetapi di balik rasa sakit itu, Kavin mempunya alasan kuat akan hal sudah ia putuskan. Ia lebih memilih rapuh daripada harus melihat gadis kecilnya terluka karena orang-orang yang membencinya.
"Kamu cantik hari ini Sya, tapi maaf, kalau aku udah buat senyum ceria kamu hilang. Aku janji, aku akan tetep jaga kamu dari jauh, sampai kamu bisa dapetin seseorang yang jauh lebih baik dari aku, dan selalu buat kamu bahagia tanpa air mata." batin Kavin lirih, pandangannya menunduk, dadanya sedikit berdegup kencang, dengan kepalan tangan kuat.
🌷🌷🌷
Hai haii si "Kavin" hadir kembali + mau kasih info juga, kalau sebentar lagi Si Kavin bisa kalian peluk 💗🥹
Untuk info lanjutnya nanti aku share di akun IG aku yaa.... Jadi yang mau tau bisa join di IG aku @tinar.wulan. thankyou 🥰🫶🏻
Oke see you next bab 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
KAVIN [ SEGERA TERBIT ]
Novela Juvenil✨ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ✨ MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN KARENA INI CERITA PERTAMA YG AKU BUAT🙏🏻 Menceritakan tentang seorang KAVIN REZVAN FARIZI, Cowok jangkung berwajah tampan diatas rata² pemilik mata setajam pisau dan tegas. Yang terkenal...
![KAVIN [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/361737454-64-k225555.jpg)