[KAVIN 57 ❥ PENGEPUNGAN PELAKU BURONAN]

125 7 0
                                        

✨ HAPPY READING ALL ✨


57. Pengepungan Pelaku Buronan

Malam yang sunyi dan gelap, dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit. Kavin duduk sendirian di rooftop markas Draggos, pikirannya dipenuhi dengan bagaimana reaksi seseorang itu nanti setelah dia menunjukkan bukti-bukti kuat tentang kejadian dendam masa lalu.

Dengan napas yang dalam, lelaki bermata tajam itu mencoba untuk menenangkan pikirannya yang bergejolak. Ia tahu bahwa dia harus tetap fokus dan tenang jika ingin mencapai tujuannya, untuk membersikan namanya dari dendam yang salah.

Ia tidak peduli apapun resikonya, semua hasil penyeledikan sudah ia tampung sejak dulu demi membuat seseorang itu sadar akan tuduhannya yang salah terhadap nya.

Kavin menutup matanya menikmati angin malam yang sejuk, berharap pikirannya sedikit lebih tenang. sampai suara panggilan terdengar dari bawah, memecah lamunannya.

"Vin! anak-anak udah pada kumpul di bawah!" seru Renaldi, yang berdiri di halaman markas.

Kavin membuka matanya yang tertutup, memandang ke bawah, mencari sumber suara. "Gue turun bentar lagi," ucapnya.

Renaldi mengangkat jempolnya, lalu kembali masuk ke dalam markas.

Kavin berdiri dari duduknya, meregangkan tubuhnya yang lelah setelah ada banyak hal yang harus ia pikirkan. Lelaki itu memandang ke langit, menikmati pemandangan bintang-bintang yang berkelap-kelip, sebelum akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah.

Dengan langkah tegap, Kavin berjalan menuju tangga, bergabung dengan anggotanya yang sudah menunggunya di ruang rapat. Kavin tahu kalau waktu untuk bertindak sudah dekat, dan ia harus siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi nantinya.

Kavin turun ke bawah, memasuki ruangan yang dipenuhi dengan seluruh anggota inti Draggos dan Antraxs.

Mereka semua menatap Kavin yang baru saja menutup pintu ruangan, dengan tatapan penuh keseriusan, menunggu instruksi dan arahan dari pemimpin mereka itu.

Kavin memandang satu per satu semua anggota intinya, sebelum akhirnya memulai pembicaraan.

"Mulai pembahasannya." kata Kavin, suaranya tegas dan penuh percaya diri.

Cakra, Faisal, Renaldi dan Rey menegapkan duduk mereka, mencoba memaparkan strategi mereka untuk pengepungan pelaku buronan besok. Dengan cara memecah kelompok menjadi tiga kubu.

"Kemarin, kita berenam udah diskusiin strategi buat ngepung sasaran kita," kata Cakra, menatap satu persatu teman-temannya. "Dan kita putuskan, untuk membagi anggota menjadi tiga kubu. Satu kubu dipimpin Kavin secara langsung untuk nangkap buronan, dan satu kubu lagi dipimpin Galen sebagai backingan jaga-jaga takut dia kabur, dan satu kubu lagi dipimpin Vero sebagai pemantau situasi dari dua arah."

Faisal menambahkan, "kubu Galen jaga backingan, lima belas meter dari lokasi." katanya dengan nada serius dan tegas. "Kubu Vero, jaga jarak dua puluh lima meter dari kubu backingan." tambahnya.

Seluruh orang di meja persegi panjang itu mengangguk mengerti dengan strategi yang dipaparkan oleh Cakra dan Faisal, termasuk Kavin yang terus menyorotkan mata elangnya dengan tajam dan tegas, penuh dengan keseriusan.

"Oke, untuk komunikasi?" tanya Kavin mengangkat kakinya di atas meja.

"Gue udah siapin sistem komunikasi yang aman, kita bisa pakai situs ini untuk komunikasi tanpa terdeteksi musuh atau siapapun." sahut Rey, menampilkan situs rahasia yang sudah ia rangkai bersama Candra, Adit dan Marvel, di layar proyektor.

Kavin dan anggota inti yang lain memperhatikan barisan tulisan dan beberapa kode-kode rahasia yang terpampang di layar putih itu, dengan tatapan serius.

KAVIN [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang