XIV

780 48 7
                                        

Garam n madu

"Kenapa gak menghindar?"

Alis gue nyerit, "on gak liat kalo saya udah berusaha ngelakuin itu?"

Dasar oon.

"Teriak"

"Udah om!"

Gue ngebentak dia, dan hampir ngeluarin air mata. Percaya deh, sakit dadaku, kau tuduh tuduh aku.

Sih om nyamperin gue, duduk di depan gue, nyelimutin kaki gue pake hoodienya.

"Hari ini libur dulu, ya?"

Yezzzhzhzhzhzhzhzh

Ada keuntungan juga. Hari ini matoel olahraga, dan kebetulan gue ga mahir.

Dia ngerapihin poni gue, dan "kamu tau gak? Sebelum dia ngelakuin itu ke kamu, saya udah berantem duluan sama dia"

Gelas susu yang dia kasih, gue taruh di meja makan, ngeliat dia dengan seksama.

"Mau liat lukanya?"

Gue ngangguk, dan

Gue ngangguk, dan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ini, lukanya"



























Hampir. Gue mau tampol dia.

"Kamu punya luka sekyut ini ga? Gak punya, ya. Punyanya panu, jamur, dan kudis?"

"Om!!!"

Kepala gue diusap lembut, "ini baru keponakan saya"

Ke
Po
Na
Kan?

"Emangnya kamu mau jadi keponakan atau anak aja?"

Kaos.

Om ; Park SunghoonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang