Gue ngerasa makin lama kayak makin gatau arah hidup gue kemana. Kayak, ya kayak gitu.
"Nanti malam anak saya ulang tahun"
Terus? Dahi gue menyerit, dan kembali asik mengaduk kopi 5 shot yang gue bikin secara manual berdasarkan buku petu—
"Mau dateng?"
Dia nawarin gue?
Nawarin.
Dikira gue cabe, pake acara ditawar-tawar.
"Ga"
"Kenapa?"
"Ya gapapa"
Dia ngambil gelas dilemari bawah yang ada di depan paha gue. Sekali lagi, depan paha gue.
"Ga usah ngegas dong cantik, kamu cemburu liat saya sama mantan istri saya?"
Apaaan sih, belom aja nih kopi gue sirem kemukanya, "kalo gajelas,"
"AaaapAAAa"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liat, cobaan apa yang gak gue cobain dalam hidup. Kalo bukan om, udah gue sosor.
Iya gue teh botolin, soalnya gatel bgt liat kancing yang gak rapi.
"Kenapaaa? Mau benerin kancing saya?"
Gue syok, "kok tau?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayo silahkan, nih"
KALIAN ZOOOOOM MATANYA DIA, arahnya kemanaaaaaaaaaaaaa><
"Diem"
Gue langsung lari dari dapur, ke ruang keluarga dan duduk di sofa. Gatau kenapaaaa, suhu tubuh gue kayak meningkat—, "Jangan mendekattttt"
"Kenapa? Saya cuma mau bawain kopi kamu, ketinggalan, KOPIIII APAAAAN NI"
Dia nyobain kopi buatan gue, dan ngoceh "jangan sepahit ini dong, nanti lambung kamu kenapa-kenapa"
Dah biasa?
Gue mau berdiri, mau ambil kopi gue. Ngeliatin dia, sambil nyender ke lemari—
"Kayak gini aja biar manis"
Si om minum kopinya lagi, tapi gak ditelen, malah dikumur-kumur, dan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi lebih manis kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Om ; Park Sunghoon
Fiksi PenggemarMasa iya sih gue jatuh cinta sama om sendiri?
