"Yud, bisa sakit juga lu?" Willy nyamperin Yuda yang lagi duduk nyender di kasurnya Melvin. Dia dibuntel selimut sama Melvin jadi kayak bayi dibedong.
"He'em." Yuda jawab sebisanya. Tenggorokannya masih sakit.
"Ga gimana ga demam, liat noh lehernya." Yesa nunjuk leher Yuda yang penuh sama tanda kepemilikan Melvin.
"Bjir!! Iya juga. Woy Vin! Lu apain Yudi ma bestie?" Willy langsung nengok ke Melvin yang duduk disebelah Yuda.
"W-watashi cuma.."
"Abis ngewe kan lu?" Sakti filternya jebol.
"Lambe lu Sak. Kontrol ngapa." Satya nabok punggung Sakti.
"Lah gua kan nanya kak, lagi pula apanya yang harus dik*nt*l? Afsgagsjkal" Junot nyumpel mulut Sakti pake pisang yang dia bawa.
"Dah bang, makan aja. Jorok bahasa lu." Junot pusing dengerin Sakti.
"Ck, berisik ah lu pada. Yuda lagi sakit." Harvey buka suara semua pun diem.
"Udah mendingan Yud?" Satya nyamperin Yuda. Yuda manggut.
"Lu apain sih Vin ampe pucet gitu anak orang?" Harvey petantang pententeng, tapi bukan ayam sayur.
"Hm.. Watashi main sampe pagi terus ACnya 16°, waktu itu Yuda abis keramas. Jadi Yuda kena enter wind." Jawab Melvin.
"Enter wind apaan bang? Gua ga bisa bahasa inggris." Tanya Willy. Harvey sama Satya geleng.
"Enter artinya nani?" Melvin nanya.
"Nani siapa lagi weh?" Sakti bingung.
"Nani bukannya yang jual nasduk depan kampus? Yang lakinya kepalanya licin itu yang suka dipanggil piala FIFA." Jawab Yesa sok tau.
"Apa hubungannya sama nani?" Junot bingung.
"Etdah goblok ah pada nani itu bahasa jepangnya apa." Jawab Willy.
"Apa emangnya?" Harvey juga bingung.
"Ya itu artinya apa." Satya coba jelasin.
"Dih kocak manusia, gua nanya malah nanya balik." Sakti malah makin ga mudeng.
"Apa itu bahasa jepangnya nani." Ucap Satya.
"Oh..nani itu bahasa jepangnya apa." Yesa paham akhirnya
"Ini pada bloon apa gimana sih? Muter-muter pusing gua." Junot pusing sendiri.
"Hhhhh Nani itu dalam bahasa indonesia artinya apa. Kayak nani desuka, itu artinya ada apa gitu." Yuda jawab akhirnya setelah temen-temennya pada ribut perkara nani.
"Ohh... Ah elah! Bikin pusing aja lu wibu!" Sakti kesel sendiri.
"Jadi intinya enter wind apaan? Dari tadi nanya kata itu doang ampe ga kelar-kelar." Ucap Harvey.
"Enter artinya apa?" Melvin nanya lagi.
"Masuk." Jawab Harvey.
"Wind?"
"Angin." Sakti kali ini yang jawab.
"Jadi?"
"Masuk angin? Oalahhh asu!! Melvin sini lu!" Harvey sama Sakti ngejar Melvin sampe keluar kamar, ninggalin Yuda sama Satya, Willy, Yesa, dan Junot.
"Lu beneran gapapa Yud?" Yesa jadi khawatir soalnya Yuda diem aja.
"Demam gua udah turun kok, cuma badan gua sakit semua rasanya." Jawab Yuda.
"Mau rebahan aja?" Satya kasian liat Yuda. Yuda manggut. Satya sama yang lain pun bantuin Yuda buat rebahan.
"Si Melvin bener-bener dah. Main sih main tapi masa lu ampe demam gini dah Yud." Yesa geleng-geleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
WRONG POSITION
FanfictionKetika atlet taekwondo, kapten basket, pro-gamer, professional dancer, Yuda Aryasatya suka sama jamet modelan Melvin Virendra si wibu yang terkenal kutu buku, cupu, penakut, cowo lembek seantero kampus. Badannya gede tapi cupu, tapi siapa sangka ter...
