51

1.3K 134 74
                                        

"Yang, katanya mau bimbingan? Kok masih disini?" Satya ngeliat ke Harvey yang masih di parkiran.

"Ah.. Dosennyaga ada yang." Harvey kesel.

"Loh? Katanya dateng, kok tiba-tiba ga jadi?"

"Iya ada urusan mendadak katanya." Harvey berdiri.

"Yaudah, kita ke ruang BEM aja yuk, ngerayain Sakti jadi ketua BEM baru." Harvey manggut dan jalan sambil ngegandeng Satya.

Sakti sama Junot sekarang resmi jadi ketua sama wakil BEM, dan sekertarisnya maasih Yesa dan bendahara masih Willy atas keinginan si bapak rektor. Anak-anak yang baru masuk jadi anggota di beberapa departement. Dan gongnya adalah, ketua komdisnya adalah Melvin dan wakilnya adalah Yuda. Padahal dua-duanya ga ada ikut pidato sama sekali waktu pemilihan, mereka juga ga ngajuin diri.

Itu semua kerjaan pak rektor. Karena pak rektor beberapa kali ngurusin masalah Melvin sama Yuda akhirnya mereka dipilih langsung sama pak rektor. Anggota yang baru katanya kurang memumpuni karena kebanyakan pengen gaya doang jadi anak BEM. Tahun ini pemilihan BEM itu temanya suka-suka pak rektor aja. Khusus tahun ini semua dipilih langsung sama pak rektor.

"Hai ketua dan wakil baru kita." Satya masuk sana Harvey. Harvey pas masuk malah liat Melvin tidur di sofa.

"Dih bisa-bisanya nih bocah tidur disini." Harvey nunjuk ke muka Melvin kayaknya dia emang selalu darah tinggi kalo liat Melvin.

"Bukan tidur bang, pingsan." Ucap Willy.

"Hah?? Pingsan??" Harvey kaget.

"Dia shock dipilih jadi ketua komdis." Ucap Yesa.

"Hahahaha mampus lu mampus jadi ketua komdis lu." Harvey nepok leher Melvin.

"Ish! Jangan gitu ah! Usil aja. Biarin aja dulu nanti juga anaknya bangun. Jangan diisengin terus. Lagi pingsan masih aja diisengin sih yang." Harvey kena omel Satya.

"Abis tiap liat mukanya tuh ngeselin, pengen nabok." Ucap Harvey.

"Tau lu bang, ringan tangan banget ama bang Melvin." Celetuk Junot.

"Gua greget aja sama si watashi watashi ini." Harvey nepok jidat Melvin. Dan kena omel lagi.

"Ck! Ini orang ya astaga. Diem ga tangannya? Nanti aku iket kamu dipohon randu." Ucap Satya sambil nabok tangannya Harvey.

"Pohon randu buset banyak demitnya bang." Sakti ketawa.

"Eh, Melvin disini tapi Yudanya mana?" Satya nanya ke Willy.

"Lagi pupita kak." Jawab Willy asbun sambil makan ketoprak.

"Pupita? Apaan tuh?" Satya bingung.

"Berak kak." Junot jujur banget.

"Gua lagi makan nyet!" Willy nabok paha Junot.

"Makan tinggal makan kak etdah."

"Gua lagi makan lu bilang berak-berak, merusak sensasi nikmat gua makan."

"Emang kenapa? Takut bumbu ketoprak lu jadi tai kak?" Junot minta dilakban mulutnya.

"Terus.. Terus.. Ntar gua jejelin muka lu ke bumbu. Rese lu!" Willy nimpuk Junot pake kerupuk dan kerupuknya dimakan sama Yesa, ga lupa dia nyolong satu lontong ketopraknya Willy buat dia makan.

"Hmm enak nih." Yesa ngunyah.

"Ketoprak guaaaaa ih!" Willy ga suka dimintain makanannya, tapi namanya juga Yesa dia mah cuek aja.

Ga lama Yuda dateng, dia liat Melvin masih pingsan. Ini anak pingsan, tidur atau cosplay meninggal? Dari tadi ga bangun-bangun. Anak-anak BEM ngeliatin Yuda.

WRONG POSITIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang