Baca aja
Cuma kumpulan cerita receh mas (m/n) yang di penuhi kegilaan penghuni kostnya dan tetangganya.
"Mas suka kucing gak?" -Yukimiya Kenyu
"Suka, apalagi yang manis." -✨
"Kok pake beliin kue segala?" -Oliver Aiku
"Selamat ulang tahun ya." -✨
"Pi...
Setelah kejadian di pasar malam tadi malem, Karasu yang orangnya bodo amat sama hubungan orang dan Yukimiya yang gak penasaran dengan hubungan seseorang mengalami fenomena yang sama: sama-sama kepikiran sampai kebawa mimpi.
Tidak ada pembicaraan eksplisit tentang apa yang mereka lihat di pasar malam— tidak di kos, tidak di chat, tidak di sela-sela obrolan santai anak-anak kos. Mereka diam, seolah sepakat untuk tidak membahas hal tersebut.
Tapi sialnya justru karena itu hati mereka seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Apakah... apakah mereka baru saja mengalami quarter-life crisis mendadak? Atau jangan-jangan mereka pada naksir mas-mas Jawa pemilik kos mereka?
• • • • •
Hari itu, disalah satu kelas di kampusnya, Karasu duduk di barisan bangku tengah. Buku catatan terbuka di mejanya, pena di tangannya, tapi pikirannya melayang ke kejadian di pasar malam.
Wajah (m/n) tersenyum lembut—tidak, pria itu memang selalu tersenyum lembut seperti itu—menggandeng tangan seorang pemuda misterius, itu terus-menerus mengganggu pikirannya.
Tangan yang kekar dan berurat, jemarinya yang panjang dan besar terjalin dengan jemari mungil pemuda itu. Interaksi keduanya terasa romantis diterangi cahaya lampu di stand yang mereka kunjungi, sudah seperti di dalam K-drama.
"Karasu."
Tidak ada jawaban.
"Karasu."
Masih tidak ada respon.
"KARASU!!!"
Karasu tersentak dan langsung kembali ke dunia nyata. Ia menoleh ke suara yang barusan meneriakkan namanya. Dirinya menemukan sosok dosennya yang terkenal killer menatapnya tajam dengan tangan terlipat di dada.
Seluruh kelas sunyi.
"Ulangi penjelasan saya barusan." perintah sang dosen dengan nada tajam.
Mam...puss...
Karasu menelan ludah. Tolong, otaknya kosong. Dirinya tidak tau apa yang dosennya bahas.
Seluruh ruangan menatapnya, ada yang bersimpati, ada yang bodo amat, ada yang terheran-heran, ada yang sudah siap merekam seandainya Karasu dimaki habis-habisan //contoh orang yang patut dikeplak
Dengan mencoba mengumpulkan sisa-sisa nyawanya yang hampir keluar dari tubuhnya, Karasu berdiri.
"U-uhm...tadi Bapak menjelaskan tentang...tentang..." jawabnya dengan gugup.
Dosennya yang berdiri di depan kelas menyipitkan mata dengan alis sudah berkerut. Karasu jadi semakin gugup setengah mati dan mulai berkeringat dingin.
"Tentang...makna cinta yang sesungguhnya?" balas Karasu dengan ragu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.