Baca aja
Cuma kumpulan cerita receh mas (m/n) yang di penuhi kegilaan penghuni kostnya dan tetangganya.
"Mas suka kucing gak?" -Yukimiya Kenyu
"Suka, apalagi yang manis." -✨
"Kok pake beliin kue segala?" -Oliver Aiku
"Selamat ulang tahun ya." -✨
"Pi...
Jika kalian merasa hidupnya capek, tenang, kalian tidak sendiri. (m/n) yang sudah kerepotan memikirkan deadline novel yang mepet, harus menjadi pengasuh anak-anak kosnya ditambah anak-anak kompleknya. Tidak kesurupan saja sudah hebat.
Mana anak-anak yang diasuhnya termasuk bayi kadaluwarsa, kelakuan random sangat. Pernah terlintas di benak (m/n) beberapa kali saat stresnya menumpuk untuk menjadikan mereka tumbal proyek milik ibundanya. Untung (m/n) masih punya sisi waras.
Langit berwarna oranye dengan gradasi ungu pastel yang cantik, menyejukkan mata memandang. Ditambah angin sepoi-sepoi yang sejuk, sore itu di bawah pohon mangga kos Zoo memiliki suasana menenangkan, kalau saja sekumpulan manusia gila tidak disana.
Anak-anak kos Zoo bersama beberapa anak-anak komplek Berkah mengadakan belajar bersama yang digurui oleh (m/n). Aww, mas (m/n)😍.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disana terbagi dua kubu, kubu anak-anak baik yang benar-benar belajar, dan kubu anak-anak siluman yang sibuk main-main- main uno, main cewek, main game, main burung.
Disudut lain, (m/n) menjelaskan prinsip gaya kepada Reo. Semakin banyak gaya, semakin banyak tekanan- makanya jangan banyak gaya. Awokwkwk.
Reo sempat terpesona, aku terpesona~ oleh (m/n) yang memiliki aura cowok mapan, husbandable. Kalau dijodohkan paksa, Reo mau kalau calonnya (m/n).
Namun kenikmatan memandang sambil mendengarkan suara lembut (m/n) harus tamat karena Isagi datang dan menanyakan soal no 46 di buku matematikanya. Yah, (m/n) juga harus mengajari yang lain. Toh, kebetulan waktunya pas selesai menjelaskan untuk Reo.
"Bisa gak usah Dateng? Ganggu ae, Gi." batin Reo, sinis lantaran terganggu dengan kedatangan Isagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Si pengganggu Reo- Isagi melihat muka masam Reo tetapi hanya melirik sekilas dan bagi Reo itu ejekan.
"Mas (m/n), boleh minta ajarin rumus yang ini gak?" tanya sang lugu- Isagi sambil menunjuk sebuah soal di buku matematikanya yang dibawanya dengan wajah tanpa dosa. Matanya berbinar seperti penuh harap, seperti menarik orang yang menatapnya untuk tidak menolaknya.