Secret Love 13

228 17 1
                                        

Beberapa menit Reyhan berdiam diri diatas kasur yang telah berantakan, dengan baju yang berserakan dibawah lantai, hingga tidak dia sadari pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah wanita dengan bathrobe yang terpakai rapih ditubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa menit Reyhan berdiam diri diatas kasur yang telah berantakan, dengan baju yang berserakan dibawah lantai, hingga tidak dia sadari pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah wanita dengan bathrobe yang terpakai rapih ditubuhnya.

Hingga Velly berdiri menjulang disamping pemuda yang masih melamun itu, namun Reyhan tetap bergeming ditempatnya serta melihat kearah jendela yang tertutup oleh hordeng.

Velly duduk dengan perlahan hingga menyadarkan Reyhan dari lamunannya "Apa yang kamu pikirkan?"

Reyhan melirik sekilas serta melihat kearah mana tangan wanita itu bertengger "Hah entahlah" ucapnya setelah mendesah panjang

"Kalau begitu mandilah, setelah itu keluar lalu makan. Aku akan membuat sesuatu untukmu" Reyhan mendengar ucapan Velly segera menghadap wanita tersebut "Aku ingin ayam geprek. Tapi hari masih pagi"

Mendengar ucapan tersebut, Velly terkekeh pelan "Apanya yang pagi? ini sudah siang babe"

Seraya beranjak dari duduknya untuk berganti pakaian "Baiklah, ayo aku antar" Ucapnya seraya mengambil ancang-ancang untuk menggendong.

"Apa yang akan kamu lakukan" Ujar Reyhan menghentikannya

"Menggendong mu tentu saja"

"Aku bisa berjalan sendiri"

"Baiklah, silahkan jika bisa" Merasa ditantang, Reyhan segera beranjak dari tidurnya. Namun baru saja hendak duduk, pemuda itu sudah meringis kesakitan.

"Serius tidak mau ku bantu" Ujarnya mengejek

" Shut up. Sebelum ku robek bibirmu" Reyhan menatap sinis saat wanita itu mengulum bibirnya untuk menaham senyuman.

Dengan tekad yang besar, Reyhan beranjak dengan pelan untuk berdiri. Namun baru saja menumpukan kedua kakinya diatas lantai, kakinya terasa lemas dengan dengan bagian bawah yang terasa sakit. Jika tubuhnya tidak ditopang oleh Velly dengan cepat, mungkin pantatnya akan mendarat diatas lantai yang dingin.

"Jangan jadi anak nakal kitten" Dengan gampangnya, Velly menggendong tubuh Reyhan untuk dibawa kedalam kamar mandi. Meletakkan pelan diatas kloset "Airnya sudah ku siapkan, sekarang lepas pakaian mu"

"Apa maksudmu?!"

"Tentu saja memandikanmu" Ucapnya enteng

"KELUAR!"

Mendengar bentakan bukannya takut, Velly menahan gemas kepada pemuda itu. Mendekap erat tubuh yang masih terbungkus selimut itu, dan mencium bibirnya berkali-kali membuat Reyhan memberontak dengan kasar. "Kubilang lepas. LEPAS!"

"Baiklah, jika sudah teriak saja. Aku akan datang kesini untuk menjemputmu" Ujarnya sembari tersenyum manis, dan mengecup bibir itu untuk yang ke dua kali. Sebelum menjadi samsak, Velly berlari keluar dari kucing yang mengamuk.

Menutup pintu dengan pelan, bertepatan dengn itu sebuah barang menabrak pintu kamar mandi dengan keras "Ah menggemaskan"

Segera memakai pakaian dan membereskan kamar berantakan. Semua siap, Velly keluar untuk membuat pesanan si manis yang meminta dibuatkan ayam geprek.

Secret Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang