Secret Love 14

482 36 2
                                        

Langkah kaki terdengar sangat terburu-buru untuk disore hari dimana semua orang menuju rumah mereka masing-masing untuk mengistirahatkan badan mereka agar bisa beraktivitas kembali esok harinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langkah kaki terdengar sangat terburu-buru untuk disore hari dimana semua orang menuju rumah mereka masing-masing untuk mengistirahatkan badan mereka agar bisa beraktivitas kembali esok harinya. Hal lain dengan Reyhan, saat ini dirinya tengah berlari dengan terburu-buru.

Dirinya merasa benar-benar merasa sangat bodoh, bagimana bisa dirinya melupakan bahwa dia harus bekerja dihari sebelumnya. Tadi saat dia berada di kampus, sebuah nomer yang tidak dikenal menelfon dirinya dan bertanya kenapa dirinya tidak masuk.

Reyhan yang kebingungan siapa yang menelefon dan dapat dari mana. Dan bagimana jawaban yang dia dapatkan? dia adalah Jeffry, partner kerjanya di Cafe dekat taman. Dan oh shit, Jeffry berkata, bahwa dirinya sudah berkali-kali menelfon Reyhan namun sambungan itu tidak pernah tersambung sama sekali.

Dan Reyhan melihat, bahwa nomer pemuda itu telah di blokir, entah siapa yang memblokir, yang pasti bukan dirinya. Karena itu dirinya kini tengah berlari setelah turun dari ojek yang dia pesan dan bergegas masuk kedalam.

Bunyi lonceng yang keras mengalihkan tatapan beberapa karyawan yang sedang bekerja, salah satunya Jeffry. Jeffry yang tengah menganggur saat itu segera menghampiri Reyhan yang juga tengah menghampiri dirinya.

"Rey dari mana kamu? kenapa sejak kemarin kamu tidak bisa dihubungi" tanyanga dengan beruntun, bagaimanapun dirinya khawatir, karena Reyham tidak memiliki sanak saudara di ibu kota. Dia takut, Reyhan kenapa-kenapa.

"Kak aku oke, cuma gitu, nomer kak Jef ke block"

Jeffry menyerngit bingung "Kok bisa?"

"Nah itu masalahnya, aku juga ga tau. Ini aku mau datengi Bu Juli, takut banget aku dipecat" ucapnya dengan khawatir, bagimanapun ini adalah pekerjaan yang bisa membuatnya bertahan hidup, sepertinya

Jeffry memandang sendu Reyhan saat mendengar kalimat itu "Kamu salah Rey"

"Ha?"

"Kamu sudah dipecat, dan penggantinya sudah bekerja dari beberapa hari yang lalu"

"Bu?"

"Itu salah kamu sendiri Rey, seharusnya kalau kamu memang tidak mau bekerja lagi bilang dari awal. Jangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar"

"Maaf bu, saya tau salah karena saya lalai dalam tanggung jawab saya"

"Ya. Kamu memang salah, karena sudah lalai dalan tanggung jawab yang memang harus di tanggung jawabkan oleh kamu. Tapi ini lah pekerjaan, kamus sudah saya pecat"

Bu Juli yang biasa dipanggil oleh karyawan tampak mengambil sesuatu dilaci yang sudah dia buka, satu amplop berwarna coklat itu dirinya sodorkan kearah Reyhan yang sudah siap menangis kapan saja.

"Ini gaji selama dua minggu ini kamu kerjakan, kamu sudah bekerja keras, semoga kamu mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi dan jangan lalai jika kejadian seperti tidak ingin terulang kembali"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Secret Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang