Di lapangan, misi penyelamatan AGEN5 berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Dengan Taehyun terluka parah, setiap detik terasa seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Meskipun komunikasi dengan Beomgyu sempat terganggu, bantuan dari tim TSSI akhirnya datang setelah Beomgyu berhasil mengirimkan koordinat mereka di detik-detik terakhir.
Helikopter TSSI mendarat di lokasi yang telah ditentukan, lampu sorotnya membelah gelapnya malam. Tim medis dengan tandu berlari ke arah Yeonjun, Soobin, Hueningkai, dan Taehyun, yang bersembunyi di balik kendaraan berat di titik evakuasi kedua.
Yeonjun, meskipun wajahnya terlihat lelah, tetap siaga memimpin. "Taehyun dulu! Pastikan dia aman!" serunya, menunjuk ke arah Taehyun yang terkulai lemas di lengan Soobin.
Soobin membantu mengangkat tubuh Taehyun yang kini dibaringkan di tandu. Wajah Taehyun pucat, darah masih mengalir dari perut kanannya meskipun mereka telah mencoba menahannya dengan kain seadanya.
"Tahan, Tae." bisik Soobin pelan, matanya berkaca-kaca.
Hueningkai berlari ke arah helikopter, memastikan bahwa jalan mereka bersih dari ancaman. "Ayo cepat! Kita harus pergi sekarang!" serunya dengan nada panik.
Tiba-tiba, suara tembakan kembali terdengar dari arah gedung, memecah malam yang mencekam. Satu tim TSSI langsung bergerak membentuk barisan pelindung, membalas tembakan dari para penyerang yang masih berusaha menggagalkan evakuasi.
Yeonjun, yang tetap berada di garis belakang, mengangkat senjatanya dan memberikan tembakan perlindungan. Ia memastikan bahwa semua orang naik ke helikopter sebelum akhirnya melompat masuk, tubuhnya penuh dengan debu dan peluh.
Di markas TSSI, Beomgyu berdiri di depan layar besar, matanya menatap peta lokasi evakuasi tim. Tangannya bergerak cepat di atas keyboard, mengatur perintah untuk koordinasi tim bantuan. Wajahnya penuh konsentrasi, tapi keringat di pelipisnya menunjukkan betapa tegangnya situasi ini.
"Titik evakuasi kedua aman. Kirim tim medis ke koordinat ini." katanya, suaranya stabil meskipun jantungnya berdegup kencang.
Di tengah kerjanya, pintu ruangan tiba-tiba terbuka dengan keras. Beberapa penjaga masuk, wajah mereka penuh kewaspadaan. Salah satu dari mereka berbicara dengan nada mendesak.
"Tuan Beomgyu, ada tanda bahaya dari sistem Anda. Kami mendapat laporan ada sinyal tak dikenal yang masuk ke jaringan Anda."
Beomgyu tidak menoleh, tangannya masih sibuk mengatur pergerakan tim di lapangan. "Aku tahu. Tangani situasi di sini. Jangan biarkan siapa pun mengakses jaringan ini tanpa izinku."
Namun, ketegangan meningkat ketika beberapa menit kemudian Jenderal Han dan Damien muncul di ruangan itu. Wajah keduanya tampak penuh kekhawatiran, terutama Damien yang langsung melangkah cepat ke arah Beomgyu.
"Apa yang terjadi di sini, Gyu?" Damien bertanya, suaranya lebih keras dari biasanya. "Kenapa ada sinyal asing masuk ke jaringanmu?"
Jenderal Han menambahkan, "Kau harus menjelaskan sekarang, Beomgyu. Kita tidak bisa main-main dengan ini. Ini ulah Eclipse?"
Namun, Beomgyu tetap diam, tidak langsung menanggapi pertanyaan mereka. Ia hanya menyelesaikan beberapa perintah terakhir di sistemnya, memastikan bahwa tim AGEN5 telah berhasil naik ke helikopter dan keluar dari zona bahaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGEN5 ; {D124M4}| TXT
ActionKu akui Drama mu adalah yang terbaik Genre : Action, psychological. Tomorrow By Together Pemeran Extra akan muncul seiring berjalannya cerita.
