Setelah Damien mengatakan itu, suasana kantin menjadi tegang. Tidak ada satu pun yang bergerak selama beberapa detik, hingga tiba-tiba Damien melesat ke arah penyusup yang berdiri paling dekat dengannya.
Penyusup itu terkejut dan langsung menekan pelatuk senjatanya, tetapi Damien dengan reflek luar biasa berhasil menghindari peluru yang nyaris mengenai dadanya.
Dalam sekejap, ia menerjang pria itu dengan bahunya, menjatuhkannya ke lantai dengan keras. Senapan yang digenggam penyusup itu terlepas dari tangan dan meluncur jauh ke bawah meja.
Namun, sebelum Damien bisa bernapas lega, penyusup kedua mengarahkan senjatanya ke arah Damien, bersiap menarik pelatuk. Dalam hitungan detik, Damien memutar tubuhnya dan mengayunkan kakinya dengan kuat. Tendangannya menghantam senapan di tangan penyusup itu, membuat senjata tersebut terlepas dan terpental ke arah lain.
Kedua penyusup kini tanpa senjata, tetapi mereka tidak kalah siap. Mereka langsung menyerang Damien dengan pukulan cepat, jelas menunjukkan keahlian mereka dalam pertarungan jarak dekat.
Namun, Damien tidak goyah. Ia menghindari pukulan pertama dengan gerakan gesit, lalu menangkap lengan penyusup pertama dan memelintirnya hingga terdengar suara tulang retak.
Pria itu berteriak kesakitan sebelum Damien melemparkannya ke meja, menyebabkan makanan dan piring berjatuhan dengan suara nyaring.
Penyusup kedua mencoba menyerang dari belakang, tetapi Damien seolah memiliki mata di punggungnya. Ia memutar tubuh dengan cepat, menangkap pukulan penyusup itu, lalu menghantamkan sikunya ke rahang pria tersebut, membuatnya mundur dengan langkah goyah.
Pertarungan itu begitu cepat dan brutal. Barang-barang di kantin berjatuhan, piring dan gelas pecah berserakan di lantai.
Beberapa orang yang masih berada di kantin awalnya berteriak ketakutan, tetapi saat melihat bagaimana Damien mendominasi pertarungan, mereka hanya bisa menatap dengan kagum.
Penyusup pertama mencoba bangkit, tetapi Damien langsung menghantamkan lututnya ke perut pria itu, membuatnya kembali terjatuh.
Pria itu mencoba melawan dengan pisau kecil yang ia sembunyikan di sepatunya, tetapi Damien menangkap pergelangan tangannya dengan satu tangan dan menghantamkan tinjunya ke wajah pria itu dengan tangan yang lain.
Sementara itu, penyusup kedua kembali menyerang, mencoba menendang Damien dari belakang. Tetapi Damien menangkis tendangan itu dengan kakinya sendiri, lalu menggunakan momentum serangan lawan untuk membanting pria itu ke lantai.
Hanya dalam beberapa menit, Damien berhasil membuat kedua penyusup itu terkapar di lantai, tidak mampu bergerak lebih jauh.
Suasana kantin yang awalnya mencekam kini dipenuhi dengan keheningan penuh kekaguman. Orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu, termasuk para penjaga dan pasien yang sempat bersembunyi, hanya bisa berdecak kagum.
Bahkan Beomgyu, yang menyaksikan segalanya dari balik meja, hanya bisa tercengang. Matanya membesar, tidak percaya. Ia tau bahwa pamannya itu sangat hebat, namun melihat bagaimana pamannya ini bertarung secara langsung, benar-benar luar biasa.
"Dia benar-benar monster." gumam Beomgyu pelan, setengah tidak percaya.
Damien, yang kini berdiri di tengah kekacauan kantin, mengatur napasnya sambil menatap kedua penyusup yang tergeletak di lantai. Ia menggeleng pelan, seolah merasa jengkel karena mereka terlalu mudah dikalahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGEN5 ; {D124M4}| TXT
AcciónKu akui Drama mu adalah yang terbaik Genre : Action, psychological. Tomorrow By Together Pemeran Extra akan muncul seiring berjalannya cerita.
