Suara rantai yang menggurat tanah masih terdengar samar di telinga Beomgyu. Kakinya nyaris mati rasa, namun matanya tetap menatap lurus ke arah mobil tua yang masih teronggok di tengah rel, menanti akhir.
Hujan semakin deras, membasahi rambutnya yang sudah lepek dengan darah dan keringat. Waktu terus bergerak, tetapi kebenaran justru berhenti di hadapannya—sebelum kehancuran datang lebih cepat.
Langkah berat terdengar mendekat. Lalu suara sepatu militer berhenti tepat di hadapannya.
Beomgyu mengangkat kepalanya.
Jenderal Han berdiri di sana, namun kali ini, sosok itu tak lagi terlihat seperti pemimpin yang tenang dan bijak seperti dulu. Wajahnya menegang, sorot matanya tajam seperti mata pisau yang telah lama diasah.
"Apa kau tahu, Beomgyu..." suaranya serak, namun terkontrol, "...betapa menyakitkannya hidup dengan kebohongan selama lebih dari sepuluh tahun?"
Beomgyu tidak menjawab. Pandangannya hanya berkaca-kaca menatap sosok yang selama ini ia anggap seperti ayah kedua.
"Ayahmu... pahlawan besar itu, si jenderal yang diagungkan negara ini—dia yang membuatku kehilangan semuanya." Nada suaranya naik, menggigit udara.
Jenderal Han melangkah mendekat, wajahnya kini hanya sejengkal dari Beomgyu yang terikat di lantai. Ia berlutut, lalu menatap tepat ke dalam mata anak muda itu.
"Operasi 'Silencer Echo'. Kau tahu operasi itu, Beomgyu? Tentu tidak. Karena itu semua disembunyikan. Disamarkan. Dimusnahkan dari arsip. Negara—ayahmu—memastikan semuanya terkubur."
Beomgyu mengerutkan alis, napasnya tercekat. Hujan tak sanggup menyapu rasa dingin yang menjalar dari ucapan itu.
"Istriku... ada di sana. Dia bukan tentara, bukan mata-mata, bukan musuh. Hanya seorang penghubung sipil yang seharusnya dijemput lebih awal. Tapi tidak, ayahmu memilih membatalkan evakuasi demi 'keselamatan misi'. Dan dia tewas. Dilumat peluru yang bahkan tak tahu kenapa harus menembus tubuhnya."
Tangan Jenderal Han mengepal, suaranya bergetar. Namun bukan karena sedih—karena amarah yang nyaris menelan akal sehatnya.
"Aku menunggu. Bertahun-tahun. Menyaksikan dia diagung-agungkan. Sementara aku menelan pil pahit ini sendiri, tanpa ada satu pun permintaan maaf."
Ia berdiri lagi, lalu menendang tanah di samping Beomgyu dengan kasar.
"Lalu kau... anak kesayangannya. Hidup tenang, dibesarkan di balik kehormatan nama besar Choi. Kau bahkan dilindungi saat semua yang lain dihancurkan oleh sistem yang sama!"
"Kau tahu kecelakaanmu sembilan tahun lalu? Itu bukan hanya kecelakaan. Itu peringatan. Tapi bahkan itu pun gagal. Mereka menutupi semuanya—lagi!"
Beomgyu membeku. Nafasnya tak lagi stabil.
"Jadi kau... semua ini... Eclipse... semua dirimu terlibat—untuk membalaskan dendam?" suaranya nyaris putus, kecewa dan terguncang.
Jenderal Han menatapnya dingin.
"Eclipse hanya alat. Aku... adalah arsiteknya."
Seketika dunia Beomgyu seolah ambruk.
"Kau memanfaatkan kami... bahkan AGEN5—"
"Aku tidak pernah percaya pada harapan. Aku percaya pada hasil." Suara Jenderal Han kini kembali tenang, nyaris menyeramkan.
"Dan sebentar lagi, hasil itu akan kau lihat sendiri, saat mobil itu—dan ayahmu—dihancurkan oleh sesuatu yang tak bisa kau hentikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
AGEN5 ; {D124M4}| TXT
ActionKu akui Drama mu adalah yang terbaik Genre : Action, psychological. Tomorrow By Together Pemeran Extra akan muncul seiring berjalannya cerita.
