Di kamar rumah sakit yang hangat oleh sinar matahari sore yang memancar lembut melalui jendela, suasana terasa nyaman dan akrab. Beomgyu duduk bersandar di ranjangnya, tubuhnya diselimuti sinar keemasan yang membuat wajahnya tampak lebih segar, meski masih sedikit pucat.
Di sekelilingnya, Yeonjun duduk di kursi dekat jendela, sesekali melirik ke luar sambil melontarkan lelucon khas bapak-bapak.
Sedangkan Soobin sibuk membuka kantong camilan yang mereka bawa, menyodorkannya pada Beomgyu, "Nih, cepat makan. Lo harus banyak makan biar cepat sembuh."
"Stop, ya. Ini kalau disuruh makan terus, bukannya sehat malah nyari penyakit lain." balas Beomgyu
Taehyun, yang duduk di samping meja, merapikan kartu ucapan dan buket bunga yang tertata di sana, memastikan semuanya terlihat rapi. Di sisi lain, Hueningkai bermain dengan sinar matahari yang masuk melalui celah gorden, mencoba membuat bayangan lucu dengan tangannya, yang sukses mengundang senyum dari Beomgyu.
Di luar, langit sore mulai berubah menjadi jingga kemerahan, menambah kesan damai di ruangan itu. Meskipun Beomgyu masih di rumah sakit, kehadiran sahabat-sahabatnya membuat suasana menjadi hangat.
Pintu kamar rumah sakit terbuka perlahan, suara deritannya membuat semua orang di dalam ruangan menoleh. Damien muncul di ambang pintu dengan postur tegap seperti biasa, tetapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda pada ekspresinya.
Senyum lebar yang jarang terlihat terpampang di wajahnya, memancarkan energi yang langsung membuat suasana kamar berubah.
Mata Hueningkai membesar, penuh dengan antusiasme. "Paman Damien!" serunya, suaranya sedikit melengking karena kegembiraan.
Yeonjun yang duduk di sebelah Beomgyu mengangkat alis, memperhatikan Damien dengan seksama. Soobin dan Taehyun, meskipun lebih pendiam, juga memperlihatkan rasa penasaran yang sama.
Damien melangkah masuk ke kamar, setiap langkahnya terdengar mantap. Tatapan tajamnya langsung tertuju pada Beomgyu. Damien berhenti tepat di depan ranjang Beomgyu, menatapnya dengan senyum yang penuh arti.
Beomgyu, yang sejak tadi memperhatikan Damien dengan sedikit curiga, akhirnya membuka mulut. "Paman, kenapa kau terlihat seperti orang yang baru saja memenangkan lotre? Ada apa sebenarnya?"
Damien menundukkan tubuhnya sedikit agar berada sejajar dengan pandangan Beomgyu. Suaranya tenang, tetapi penuh dengan nada tegas dan hangat yang membuat semua orang di ruangan itu terdiam.
"Selamat." katanya, matanya menatap langsung ke dalam mata keponakannya. "Choi Beomgyu, kau resmi kembali menjadi bagian dari AGEN5."
Untuk sesaat, ruangan menjadi sunyi. Beomgyu hanya duduk terpaku, mencoba memproses apa yang baru saja ia dengar. Matanya yang semula redup kini mulai berbinar, dan bibirnya sedikit terbuka, seolah ingin memastikan bahwa telinganya tidak salah mendengar.
"Aku... kembali? Aku benar-benar kembali?" tanya Beomgyu dengan suara pelan, hampir berbisik.
Damien tersenyum lebih lebar, menepuk bahu Beomgyu dengan lembut. "Ya, Gyu. Kau kembali. Aku sudah berbicara dengan ayahmu dan Jenderal Han. Kami membuat kesepakatan. Kau akan kembali, dengan syarat, aku akan berada di sana untuk mengawasi."
Mendengar itu, mata Beomgyu berkaca-kaca. Ia menundukkan kepalanya sejenak, mencoba menahan emosi yang mulai membanjiri dirinya. Sebuah perasaan hangat menyelimuti hatinya, perasaan diterima kembali oleh timnya, oleh keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGEN5 ; {D124M4}| TXT
AcciónKu akui Drama mu adalah yang terbaik Genre : Action, psychological. Tomorrow By Together Pemeran Extra akan muncul seiring berjalannya cerita.
