ANYEONGGGGGGGGG
HAIII GESSSSS 👋🏻👋🏻
AKUU UPP HARI INI YAAA, SEMOGA KALIAN SUKAAA 🤍🤍
JANGAN LUPA DI VOTE DAN KOMEN NYAAAA 🫶🏻🫶🏻
SAYANG KALIANNN🩷
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🍭
Pecahan kaca, suara dentuman benda yang terus-menerus bersahutan dengan keras, serta teriakan frustasi yang di alami oleh seorang laki-laki muda, memenuhi isi dari ruangan yang saat ini sedang di pijaki nya.
Laki-laki itu Fikras, dengan emosi yang sudah di ujung tanduk, Fikras memecahkan, membanting, mendorong, menendang semua yang ada di ruangan bernuansa hitam gelap itu.
Di ujung ruangan berdiri tegak seorang laki-laki dengan wajah datar dan tatapan pasrah terus memandang ke arah sang atasan, dia Rayan. sedari tadi pemuda itu hanya memandang dan menghindar dari barang-barang yang di lempar kan sang tuan saat ingin mengenai tubuh nya.
Terlihat Fikras dengan keadaan yang sudah sangat kacau, darah mengucur deras dari telapak serta punggung tangan kekar nya, ada beberapa beling kaca yang menancap di tangan laki-laki itu, terlihat sangat mengerikan.
Sampai teriakan seorang wanita paruh baya terdengar dari luar pintu tinggi utama kamar itu, teriakan tersebut menghentikan sejenak kegiatan Fikras yang masih terus-menerus mengamuk.
"IKASSS JANGAN GINI NAKK, AYO KELUAR SAYANGG!" Teriakan khawatir terus di layangkan oleh Mirkal kepada anak nya, wanita paruh baya itu sungguh merasa sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada anak semata wayangnya itu.
"Saya tidak ingin di ganggu" Fikras berucap dengan penuh penekan entah pada siapa, yang pasti Rayan mengerti arti dari kalimat itu.
Rayan melangkah melewati beberapa barang yang pecah menuju ke arah pintu besar itu, ia membuka nya sedikit. terpampang wajah khawatir yang berurai air mata dari ibunda Fikras, terdapat pula Mahen yang berdiri dengan ekspresi datar seraya mengelus lembut bahu sang istri.
"Mana Fikras? Aku ingin menemui nya!" Mirkal dengan nekat menerobos masuk ke dalam kamar itu, sehinnga posisi Rayan tergeser sedikit, pada akhirnya pun Mirkal tetap bisa memasuki kamar gelap itu.
Rayan menatap Mahen dan di balas anggukan oleh pria paruh baya itu, seolah mereka berbicara melalui lirikan mata.
Rayan menyingkir sedikit dan menunduk untuk mempersilahkan Mahen masuk ke dalam kamar itu, tangisan histeris dari sang istri membuat mahen menghela napas lelah.
"HIKSS HIKSS HIKSS HIKSS, FIKRASSS! KENAPA JADI S-SPERTI I-INI HIKSS, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN?!!" Mirkal berseru panik, perasaan nya sangat amat sedih melihat tangan sang putra yang sudah di lumuri oleh darah berwarna merah pekat itu.
Fikras yang duduk bersandar pada kasur di bawah lantai pun mendongak untuk menatap sang ibunda dengan memelas. Saat itu pun air menggenang di pelupuk mata biru laut itu, tertumpah dengan emosi dan kesedihan yang mendalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
FINA
Teen FictionAdegan kekerasan + Psychopat ❗❗ Para Plagiat-plagiat di mohon untuk menjauh !! Remaja 16+ • • • Semuanya berawal dari taruhan yang di setujui oleh Fikras hanya karena 'gabut' Menceritakan hidup seorang gadis dan pria pada masa SMA. dia adalah Queenz...
