Part 16

37 6 3
                                        

ANYEONGGGGGGGGG

HAII GAISSS GIMANA KABAR KALIANN HARII INII?? SEHATT SEHATT KANN?? TINGGALKAN JEJAK DAN AKU AKAN SANGAT MENGHARGAI NYAA 👋🏻👋🏻

LANJUTAN DARI PART KEMARIN SAAT FIKRAS DAN ZANA AKHIRNYA KETEMU NIHH 🫶🏻🫶🏻

JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN
YAAA ‼️

Happy reading 🍭

.

.

.

.

.

.

"B-bibyy" Ujar pria itu terbata.

Tubuh mungil Zana melemas, mata nya berkaca-kaca. Sebulir air bening jatuh dari balik mata indah nya.

------

Zana seakan Sadar dan di tarik kembali oleh dunia nyata setelah sempat terjatuh dalam pesona Fikras dan keterkejutan akan kehadiran pria itu.

Zana berdiri dan dengan cepat meraih tas nya di atas meja, kaki mungil gadis itu ingin berlari dan pergi dari tempat itu sebelum tarikan kencang menarik tangannya.

Zana terhuyung dan langsung terjatuh dalam pelukan Fikras. Zana mematung, terdiam dengan perasaan sesak yang kini melanda dada nya.

Perempuan itu masih belum mencerna semuanya, sampai leher nya basah dan isakan terdengar dari pria yang telah lancang memeluknya.

Zana segera memberontak, berusaha untuk terlepas dari dekapan erat pria itu, namun usaha nya sia-sia. Tubuh mungil nya malah semakin tenggelam oleh dekapan erat pria itu.

Zana menangis, tak sanggup dengan apa yang di alami nya sekarang. Dalam benak nya, mengapa Fikras kebetulan bisa berada disini? Zana tak pernah sama sekali berkeinginan untuk mendengar kabar pria itu apalagi sampai bertemu dengannya.

Zana menangis, begitupun Fikras.

Mereka seolah melepas beban yang selama ini terjerat dalam relung hati, Zana yang awalnya berontak pun terdiam lelah dan menangis dari balik pelukan Fikras.

Mereka menangis dan berpelukan cukup lama. Jangan tanya bagaimana tanggapan para pengunjung di sekitar, mereka pastinya terkejut dan terharu karna CEO dari perusahaan ternama di Asia itu telah menemukan tambatan hati nya yang selama ini menghilang entah kemana.

Banyak yang merekam momen itu, tak jarang para gadis dan perempuan menggigit kuku karna gemas sekaligus terkejut dan histeris karna melihat CEO yang terkenal kejam dan bengis itu menangis.

Fikras tak peduli akan pekikan dan bisik-bisik dari orang-orang di sekitarnya. Yang menjadi Fokus Fikras saat ini adalah gadisnya, Zana nya.

Fikras dengan tak rela melerai pelukan kedua nya karna tau Zana lelah berdiri selama itu untuk berpelukan.

Lengan kekar Fikras menempel pas di pinggang ramping Zana, menunduk menatap dalam dan sendu serta terharu ke arah wajah Zana.

FINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang