ANYEONGGGGGGGGG
HAIII HAIIII GAISSS 👋🏻👋🏻
GIMANA KABAR KALIANN HARI INII?? SEHAT-SEHAT KANN?? BUAT YANG LAGI GA ENAK BADAN AKU DOAIN MOGA CEPAT VITT LAGI YAAA 🤍
BERHUBUNG UDAH MAU MASUK BULAN RAMADHAN AKU JUGA MAU UPDATE CERITA INI LEBIH SERING UNTUK BERBAGI PART NYA SECARA CEPAT TANPA WAKTU KALIAN YANG MENUNGGU SEPERTI PART-PART SEBELUMNYAA.
JADII, SELAMAT MEMBACA YAAA GAISS♥️♥️
happy reading 🍭
.
.
.
.
.
.
"Queen.." Suara serak milik pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Zana mengintrupsi fokus Zana kembali dari lamunannya.
"y-ya.. papii" Zana membalas panggilan ayah nya dengan tersenyum tipis.
Musara menatap anak gadisnya sendu, setelah kepindahan mereka ke negara pizza ini sang anak bukannya merasa senang. Justru Zana terus-menerus melamun entah memikirkan apa.
Musara duduk tepat di kursi kosong samping Zana, ia membelai lembut Surai indah milik Zana.
"Anak papi kenapa jadi begini hem? Ada yang mau di ceritakan sama papi sayang?" Pertanyaan Musara itu sukses membuat perasaan Zana tergoyah untuk menceritakan semuanya.
Tentu sang papi dan mami Zana belum tau apa permasalahan yang sebenarnya terjadi, mereka setuju untuk pindah ke Amerika karna Musara berpindah tugas ke negara Pizza itu selama beberapa tahun kedepan.
Musara juga tau bahwa kepergian mereka sebenarnya di sembunyikan dari salah satu orang dengan bantuan dari sang sahabat --Mahen.
Tapi, Musara sendiri pun belum mengetahui apa yang menyebab kan anak nya menjadi murung seperti ini dan alasan apa yang menyebabkan Mahen membantu kepindahannya.
"Pi.. waktu papi sama mami dulu pacaran, kalian ngapain aja?" Oh Good! Zana bertanya pertanyaan yang jelas tidak bisa di jawab mudah oleh Musara!
"P-papi sama mami ga pacaran dulu, k-kita langsung nikah sayang" Musara sendiri pun gugup untuk menjelaskan nya pada Zana.
Zana tidak boleh mengetahui apa saja yang telah ia dan istri hot nya itu lakukan 'dulu' saat menjalin kisah asmara.
Zana memicingkan mata nya curiga, namun tak elak gadis itu mengangguk saja.
5 menit terjadi keheningan di antara Musara dan Zana. Musara yang sibuk dengan pikirannya yang di penuhi oleh sang istri, dan Zana yang terus memikirkan keadaan Fikras di Indonesia.
"Hufhh" Helaan nafas panjang memecah keheningan itu, Musara membuka obrolan bersama anak gadisnya dengan pertanyaan.
"Kau mencintainya Queen?" Pertanyaan itu membuat Zana semakin sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
FINA
Teen FictionAdegan kekerasan + Psychopat ❗❗ Para Plagiat-plagiat di mohon untuk menjauh !! Remaja 16+ • • • Semuanya berawal dari taruhan yang di setujui oleh Fikras hanya karena 'gabut' Menceritakan hidup seorang gadis dan pria pada masa SMA. dia adalah Queenz...
