ANYEONGGGGGGGGG
HAII HAII GAISSS, GIMANA KABAR KALIANN HARII INII?? SEHATT SEHATT KANN?? 👋🏻👋🏻
SEMOGA SUKA SAMA PART INI YAA GAISS, TINGGAL KAN JEJAK DAN AKU AKAN SANGAT MENGHARGAI NYAA 🫶🏻
JANGAN LUPA VOTE ‼️
Happy reading 🍭
.
.
.
.
.
.
"Bos, lo ga mau ngikut kite-kite ke kantin niehh?" Pertanyaan itu Alezra layangkan untuk sang ketua karna Fikras yang terlihat murung sedari awal masuk sekolah.
Fikras libur selama sebulan dan hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah. Sahabat-sahabat nya yang lain tau mengapa sikap Fikras berubah seperti ini, itu pasti di karenakan menghilang nya Zana selama sebulan ini.
Inti Rextor lainnya tentu terkejut akan fakta yang mengatakan bahwa Zana menghilang, sedangkan kabar yang di sampaikan oleh para guru adalah Zana memang mengajukan surat pindah sekolah, namun alasan gadis itu pindah tak di beritahukan pada pihak sekolah.
Inti Rextor lainnya merasa tak nyaman melihat sikap Fikras yang sperti ini, terlihat sekali jika laki-laki itu tengah galau. Perasaan bersalah tak luput di rasakan oleh inti Rextor yang juga terlibat akan permainan konyol mereka kemarin.
"Hm" Fikras hanya berdehem sebagai balasan, tak mempedulikan setiap perkataan atau bujukan yang di layangkan oleh para sahabatnya.
Hanya satu orang yang saat ini tersenyum puas melihat Fikras tak berdaya karna Zana yang menghilang, dia Dekaral.
Laki-laki yang memakai tindik hitam di telinga nya itu hanya memandang datar interaksi Alezra yang tengah membujuk Fikras, tak peduli dan malah bahagia saat melihat Fikras menderita.
Sedang Erlan sendiri terfokus akan ponsel nya, Erlan hanya menimpali satu kata dari Alezra yang tengah membujuk Fikras. Erlan mengangkat pandangannya, mata Elang laki-laki itu memandang sinis Dekaral yang diam-diam menyembunyikan senyuman puasnya.
Erlan tersenyum miring, yakin bahwa Dekaral akan mengambil tindakan selanjutnya setelah ini.
Ting!
Bunyi ponsel milik Fikras membuyarkan lamunan laki-laki itu dalam keadaan kepala nya yang ber telungkup di atas meja. meraih ponsel nya dengan malas tanpa mendengar ocehan Alezra yang masih membujuk nya.
Dave
Online
Tuan, mangsa baru sudah saya dapatkan.
Seketika Fikras menyeringai, senang mendapat mainan baru untuk melampiaskan rasa rindu dan nafsu nya pada Zana.
Fikras berdiri dari kursi nya dan mengambil tas hitam nya lalu berjalan tanpa menghiraukan teriakan Alezra dan.. Dekaral yang menanyakan kepergiannya.
Inti Rextor heran akan kelakuan Fikras, tapi tidak dengan Erlan yang sudah tau maksud dari kepergian Fikras apa, laki-laki itu ingin memupuk dosa di pagi yang masih cerah ini.
"Yaelah si bos pake acara pergi ae, lo bedua mau bolos atau di kelas nih?" Tanya Alezra menatap Erlan dan Dekaral.
"Bolos lah Broo" Balas Dekaral tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
FINA
Teen FictionAdegan kekerasan + Psychopat ❗❗ Para Plagiat-plagiat di mohon untuk menjauh !! Remaja 16+ • • • Semuanya berawal dari taruhan yang di setujui oleh Fikras hanya karena 'gabut' Menceritakan hidup seorang gadis dan pria pada masa SMA. dia adalah Queenz...
