🕊•°°^^~~'HAPPY READING'~~^^°°•🕊
08.00
Setelah selesai makan,syahlara memilih duduk di sofa ruang keluarga,dengan umi syifa dan syafiqah. Sedangkan abi yahya pergi ke pesantren al-fatih bersama zayyan. Masih ingat dengan pesantren al-fatih? Ya pesantren gus azzam ayah dari zayyan.
"Fiqa,udah ada calon belum umi?" Tanya syahlara.
Syafiqah yang mendengar itu membulatkan mata nya.
"Belum nak,umi juga bingung,kira kira laki-laki mana ya yang udah bikin anak umi jatuh cinta?" Ucap umi syifa.
"Umi gaada niatan jodohin fiqa gitu mi?" Cibir syahlara.
"Nggak!aku gamau." Serobot syafiqah.
Umi syifa yang mendengar itu langsung ada pikiran untuk menjahili anak bungsu nya itu.
"Ada sih,umi mau jodohin dia sama gus di pes–" Belum saja umi syifa melanjutkan ucapannya,syafiqah langsung menyela ucapan umi nya.
"Umi....aku gamauuu." Rengek nya.
Syahlara yang melihat itu tertawa.
"Gimana aku kenalin kamu sama sepupu aku?"
Belum saja syafiqah akan mengucapkan kata syahlara langsung melanjutkan ucapan nya.
"Tenang fiq, dia mapan,tampan,sholeh,tinggi,baik
,tulus,orang nya tanggung jawab,pokoknya paket lengkap deh kaya mas alzam sama bang ray juga."
"Kebetulan dia juga belum pernah jatuh cinta sama siapa siapa,umur dia sama kaya bang ray,nama nya hampir sama kaya kamu,pekerjaan nya—" Syafiqah langsung memotong ucapannya.
"Udah syah udah.aku gamau mikirin siapa jodoh aku,tapi aku masih pengen berjuang buat jadi guru." Ucap syafiqah.
"Mungkin waktu kecil kamu pernah deh ketemu sama dia." Lanjut syahlara.
"Syahlara rayyana haliq." Peringat fiqa,syahlara yang mendengar itu hanya cengegesan.
"Assalamu'alaikum." Ucap seorang laki-laki yang baru saja memasuki ndalem. Ya alzam.
"Wa'alaikumussalam."
Tatapan alzam mengarah pada istrinya,syahlara yang menatap mata suami nya itu cukup takut. Karna kini sorot mata alzam dingin.
Alzam berjalan menyalimi tangan umi syifa.sedangkan syafiqah dan syahlara menyalimi tangan alzam.
"Udah jam segini,fiqa mau siap siap buat ke kampus." Ucap syafiqah,mereka mengangguk. Syafiqah pun pergi masuk kedalam kamar nya.
Kini tersisa umi syifa,syahlara dan alzam.
"Abi sama zay mana umi?" Tanya alzam.
"Ke pesantren al-fatih,bersilaturahmi." Jawab umi syifa.
"Tadinya aku pengen ikut,tapi ga diizinin sama abi." Celetuk syahlara. Umi syifa hanya tersenyum sedangkan alzam ia tak merespons sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
SYAZAM || On Going
Fiksi RemajaAssalamu'alaikum ✨ Sebelum baca follow dulu!! ⚠️cerita ini hasil murni pemikiran saya sendiri, bukan dari cerita lain atau plagiat, maaf jika ada nama tokoh dan konflik yang sama dengang cerita lain, itu ketidak sengajaan,hargai penulis⚠️ _كن كالقم...
