SA || 41

769 17 3
                                        

⋆ ˚。⋆୨୧˚ H A P P Y R E A D I N G˚୨୧⋆。˚ ⋆


Tak terasa kini usia kehamilan syahlara sudah memasuki enam bulan,dan terlihat perut nya yang semakin membesar.

Kini syahlara dan alzam sedang sarapan di ruang makan. Setelah habis,mbok nai mengambil alih piring dan sendok bekas makan mereka untuk ia cuci.

"Mas,ko perut aku besar gini ya?kan baru enam bulan.aku liat ibu ibu hamil yang usia nya enam bulan ga sebesar ini deh." Heran syahlara.

Mbok nai yang sedang mencuci piring tak sengaja mendengar ucapan syahlara.

"Maaf ni pak bu saya nguping. Biasanya kalau gitu anak nya kembar pak bu." Ucap mbok nai

"Kembar?keluarga bunda sama ayah gaada yang kembar." Monolog syahlara.

"Kemungkinan iya ay,abi punya kembaran tapi udah meninggal duluan waktu usia mereka tiga tahun." Timpal alzam.syahlara yang mendengar itu memikirkan apakah anak nya ini kembar?

"Hari ini jadwal kamu periksa kandungan kan ay?aku antar." Lanjut alzam.

"Iya mas."

°°°

Setelah diperiksa kandungan,syahlara dan alzam sedang menunggu di ruang dokter yang bernama 'meyfa', dokter meyfa ini merupakan teman bunda sarah.

Langkah dokter itu mendekat dengan amplop coklat persegi panjang ditangan nya,dokter gemiya itu pun duduk di kursinya yang berhadapan langsung dengan sepasang suami istri itu.

Dokter meyfa tersenyum, "Setelah di USG tadi ternyata, anak kalian kembar tiga. Selamat ya." Dokter meyfa pun memberi hasil jepretan USG tadi.

Syahlara dan alzam langsung saing tatap dan kembali menatap dokter meyfa. Dan mengambil foto USG itu.

"Kembar tiga dok?" Tanya syahlara meyakinkan. Dokter meyfa kembali mengangguk dan tersenyum.

Tanpa sadar air mata kedua nya keluar begitu saja, "mas,anak kita kembar."

"Iya ay alhamdulillah,terimakasih ya allah.."

Dokter meyfa menyodorkan sebuah vitamin kepada mereka, "ini vitamin nya,jangan lupa diminum ya supaya kandungan nya selalu sehat.dijaga terus ya pak."

"Iya dok, terimakasih."

"Tante tau ga bunda lagi dimana?" Tanya syahlara.

"Bunda mu sedang melakukan tindakan oprasi." Jawab gemiya.

"Yasudah,makasih tan,aku sama mas alzam pamit,assalamu'alaikum.

"Iya sama sama,wa'alaikumussalam."

Syahlara dan alzam pun langsung keluar dari ruangan dokter kandungan. Mereka berdua berjalan melewati lorong demi lorong rumah sakit.hingga alzam menabrak seorang gadis berhijab.

"Astaghfirullah." Ucap kedua nya.

Tak sengaja mata mereka bertemu,dan ternyataa...

"Ning amina?"

"Gus alzam?"

Mata amina beralih kepada syahlara yang perutnya sudah membuncit.

"Afwan gus." Ucap ning amina.

"Na'am."

"Kamu yang pernah peluk suami saya waktu itu ya?" Tanya syahlara yang terus mengingat saat dimana suami nya dipeluk oleh perempuan lain.

Amina yang mendengar itu langsung membeku,ia jadi mengingat dimana ia begitu lancang memeluk seorang laki-laki yang sudah beristri.

"Afwan ning,saya tidak sengaja."

SYAZAM || On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang