SA || 44

765 18 0
                                        

⋆ ˚。⋆୨୧˚ H A P P Y R E A D I N G˚୨୧⋆。˚ ⋆

Kini jarum jam menunjukan pukul sepuluh pagi. Sampai sekarang belum ada tanda tanda syahlara siuman. Kali ini diruang yang bernuansa putih dengan bau obat obatan hanya ada rayyan yang menemani syahlara.

Ayah reza pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan rangga dan rena. Bunda sarah ada tindakan oprasi mendadak sedangkan rayna ia harus pergi ke kampus.

Rayyan terus memandangi adik nya yang terbaring lemah,ia sangat berharap hari ini adik nya itu siuman.

"Ra,kamu lagi mimpi apa sih?lama banget bangun nya." Gumam rayyan disebelah brankar syahlara.

Rayyan beralih mengusap perut syahlara yang mulai membesar, "debay,bilangin dong sama mama kalian,suruh bangun paman ray kangen. Bilangin ya debay."

Hening.

Beberapa menit kemudian,rayyan melihat jari telunjuk syahlara bergerak perlahan. Rayyan mengucek matanya takut salah lihat,tapi benar jari telunjuk itu bergerak.

"Raa?"

"M-mas alzam..." Lirih suara dari bibir yang pucat itu.

Mata syahlara perlahan terbuka.

"Kamu siapa?!!pergi!!saya mohon pergi dari sini!!jangan sakiti suami saya!!!pergi!!!" Teriak syahlara begitu saja dengan tatapan ketakutan kepada Rayyan.

Rayyan yang melihat itu panik, "ra tenang ra,ini bang ray..."

"Pergi!!!mas alzam kamu dimana?!!!" Syahlara kembali berteriak histeris.

Rayyan ingin memeluk adiknya tapi malah...

"Jangan sentuh saya!!!pergi kamu dari sini!!!"

Rayyan tak tahu ia harus berbuat apa,ia menatap iba terhadap syahlara. Saat itu juga rayyan mwihat syahlara yang ingin melepaskan selang infus ditangan nya,rayyan langsung mencegah nya.

"Ra jangan ra..." Syahlara mendorong tubuh rayyan dengan keras.

"Pergi dari sini!!!!kau ingin menyiksa suami saya lagi?hah?!!!pergi!!!saya benci kamu!!!saya mohon pergi dari sini!!!"

Bertepatan dengan itu pintu terbuka menghadirkan umi syifa dan syafa.

"Astaghfirullah nak." Khawatir umi syifa yang langsung memeluk syahlara dari samping.

Saat umi syifa sudah memeluk syahlara,syahlara menangis begitu saja.

"Umi...hiks...dia jahat!dia udah siksa mas alzam...hikss..usir dia umi.."

Syafa yang mendengar itu mengerti,ia beralih meihat ke arah rayyan.

"Maaf rayyan, sebaiknya kamu keluar terlebih dahulu." Rayyan mengangguk,ia pun segera melangkah keluar dari ruang rawat syahlara.

"Tenang ya nak..umi disini.." Ucap umi syifa bergetar. Ia tak bisa melihat keadaan menantunya seperti ini.

"Umi..mas alzam dimana?"

Deg.

Tak ada yang menjawab.

"Mas al dimana umi?mas al baik baik aja kan?dia kuat kan umi?" Tanya syahlara beruntun.

SYAZAM || On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang