Assalamu'alaikum ✨
Sebelum baca follow dulu!!
⚠️cerita ini hasil murni pemikiran saya sendiri, bukan dari cerita lain atau plagiat, maaf jika ada nama tokoh dan konflik yang sama dengang cerita lain, itu ketidak sengajaan,hargai penulis⚠️
_كن كالقم...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Dimalam seperti ini terlihat seorang gadis yang baru pulang kerumah nya,gadis itu bermain bersama teman nya hingga larut malam.
"Assalamu'alaikum, ara pulang!"
"Wa'alaikumussalam."
Senyum di bibir syahlara pun pudar karna melihat raut wajah sang ayah yg menahan amarah.
"Darimana aja kamu,malem malem baru pulang?"
Tanya ayah reza dengan berusaha untuk tidak memarahi anak nya. Syahlara masi belum membuka suara.
"Ara, perempuan itu ga baik pulang malem malem, bahaya. " Ucap Rayyan menasihati adiknya.
"Jawab pertanyaan ayah!."
"I--tuu yah emm anu t--adi b--alapan sama temen ara. " Ucap syahlara dengan kaku.
Ayah reza menghela nafas pelan,lalu memandang anak nya kembali. "Kamu kapan sih dengerin sekalii aja perintah ayah sama bunda. "
Syahlara menundukkan kepala nya,"Maaf."
Rayyan berucap,"Kata maaf dari kamu ga bikin kamu berubah ra."
Syahlara mendongakkan kepala nya, "Jadi ayah bunda sama abang ga maafin araa??."
"Bunda maafin kalau kamu turutin permintaan ayah." Ucap bunda sarah. Syahlara pun langsung menatap bunda sarah.
"B--eneran bun?",Bunda sarah hanya mengangguk.
"Apa pun permintaan ayah ara kabulin, tapi permintaan nya jangan yg aneh aneh ya yah. "
"Maksud kamu apa ra?aneh aneh gimana?." Tanya rayyan
"Takut nya aja ayah nyuruh ara nikah. " Ucap syahlara.
"Astaghfirullah." Mereka menepuk dahi nya dengan telapak tangan nya sendiri.
"Lah salah ya?trus apa yah permintaan nya?" Tanya syahlara.
"Bener ya turutin permintaan ayah." Syahlara menagngguk.
"Kamu sekolah sambil mondok di pesantren nadatul ulum. " Ucap ayah reza
Sontak mata syahlara membulat sempurna karna perkataan sang ayah, Rayyan yg melihat ekspresi adik nya dia tak bisa menahan tawa nya.
"Aaaaa ayah nanti ara ga bisa balapan lagi sama temen ara dong, trus nanti ga bisa megang handphone, trus nanti kucing ara gimana nanti sama abang di buang kan abang ga suka kucing, trus nanti ara ga ketemu ayah bunda sama abang dong setiap hari, emang kalian ga bakalan kangen apa sama bidadari kecil nya,trus motor sport kesayang ara gimana nanti dia gada yg mandiin,trus kan ara udah hafal lima juz, trus nanti kalo ara gada temen nya trus dimusuhin gimana masa bunda ayah sama abang tega sih. " Protes panjang lebar syahlara
"Udah ngomel nya?" Tanya ayah bunda abang bersamaan,Syahlara yg melihat itu pun berdecak kesal.
"Ayah kasih kamu dua pilihan yg pertama semua fasilitas kamu ayah tarik dan kamu ga boleh keluar rumah tanpa ada keperluan dan geng motor kamu bubarkan,dan yang kedua kamu mau menuruti ayah untuk masuk pesantren nadatul ulum. " Ucap ayah reza
"Aaaaa ayahhh,, yaudah deh ara pikirin dulu,nanti pagi ara kasi jawaban. "
"Kalo abang ada di posisi kamu si,abang milih mondok, daripada di rumah terus bosen. " Sindir Rayyan
Syahlara memutar bola matanya malas.
"Dih nyindirr,yaudah ara mau ke kamar. "
Syahlara pun langsung berjalan kearah kamar nya,meninggal kan merekandirng tamu.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.