SA || 47

1K 26 4
                                        

Happy Reading, janlup vote. Maaf telat banget up nya.

_o0o_

Setelah melaksanakan shalat subuh syahlara memilih untuk melihat bayi kembar nya. Sedangkan alzam ia merapihkan kembali alat shalat nya.

Syahlara berjalan kearah ranjang bayi,ia melihat bayi kembar itu masih tertidur.

"Gemes banget sih kalian,pengen aku makan deh." Gumam syahlara

"Ummaa.." Rengek zayyan saat baru terbangun dari tidurnya.

Zayyan tidur satu ranjang dengan syahlara dan alzam.

"Wahh abang zay udah bangun." Ucap syahlara menghampiri zayyan lalu menggendong nya dan kembali melihat bayi kembarnya.

"Abang liat tuh,adek nya masih bobo." Kata syahlara pada zayyan.

Zayyan menatap tiga bayi itu. "Dedek umma?ucuu.." Celoteh zayyan.

Perlu kalian ketahui, zayyan sudah bisa berjalan dan pandai berbicara.

Alzam tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah. Ia pun menghampiri mereka.

"Iya,adek kembar nya lucu kaya zay.." Ucap alzam sambil mencubit pelan pipi gembul zayyan.

"Aw cakit abba.." Ringis zayyan.

"Mas ih jangan di cubit." Kesal syahlara, sedangkan sang pelaku hanya menyengir.

"Sekarang umma mau bantuin mbok nai masak dulu ya,zay sama abba disini.okey?" Ucao syahlara kepada zayyan.

"Otey umma.." Syahlara tersenyum lalu ia memberikan zayyan kepada alzam.

"Jangan dibikin nangis,jagain keempat empatnya." Ucao syahlara pada alzam dengan tegas.

"Iya sayang iyaa..." Balas alzam sambil tersenyum. Setelah itu syahlara keuar dari kamar.

Tersisa lah seorang bapak muda beranak empat.

"Abba bau.." Ucap zayyan tiba-tiba.

"Wangi gini dibilang bau,abba itu udah mandi emang nya kamu baru bangun udah nempelin istri abba." Balas alzam sedikit jengkel dengan anak pertama nya ini.

"Tapi..zay nyium bau eek." Kata zayyan lagi sambil menutup lubang hidung nya dengan jari.

Memang benar ada bau tak sedap, alzam pun menyium bau itu. "Tapi bukan abba zay, zay kali yang eek di pempes."

"Ndak,zay ndak eek."

Mata alzam pun menangkap celana azran basah dan berwarna.

"Zay,yang eek itu adek azran." Zayyan yah mendengar itu langsung melihat pada azran.

"Ish azan ma!!talau eek itu di wece butan di kasul!" Teriak zayyan.

Alzam yang mendengar itu tertawa hingga membuat anak kembar nya terbangun dan menangis.

"Duh,kacau nih." Gumam alzam.

Alzam menurunkan zayyan, lalu ia berusaha menenangkan ketiga anak nya yang menangis namun tidak bisa,ketiga bayi itu terus menangis.

"Kamu sih zay,kan jadi bangun adek nya." Ucao alzam pada zayyan.

"Ko jadi zay abba?calah abba cendili ketawa,jadi banun tan dedek kembal nya." Balas zayyan.

"Duh, ni anak ngejawab mulu. Sama kaya bapak nya." Gumam alzam.

Tak ada pilihan lain selain memanggil istrinya.

"SAYANG!!!!KESINI DONG,ANAK KITA NANGIS!!!" Teriak nya.

Zayyan yang mendengar abba nya teriak pun ia menutup kedua telinganya dengan tangan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SYAZAM || On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang