Hari ini Hari senin, dan orang orang sudah mulai berangkat untuk bekerja atau ke sekolah.
Termasuk juga Tian dan Leon.
"Hadeh senin lagi senin lagi" Ujar Tian lelah.
"Udah lah sekolah tinggal sekolah pun" Ucap Julian yang duduk di sebelah Tian.
Mereka ini lagi di mobil mau berangkat ke sekolah.
"Tau tuh lebay Tian!" Ucap Leon.
"Dih apa apaan?! Gak usah belagak rajin Le! Lo juga males" Balas Tian.
"Lo berdua sama sama males gak usah saling komen gitu lah!" Ujar Samuel.
"Lah bang sam kan juga!" Ucap Tian dan Leon kompak.
"Gue getok sini pala lo pada yang bilang gue males!" Ucap Samuel.
"Udah napa udah mau berangkat sekolah masih aja ribut set dah" Ujar Richard lelah.
"Tau tuh harus nya pukul pukulan aja biar gak ribut" Ucap Wilson.
"Lo sini gue pukul!" Ujar Samuel dan Tian bersamaan.
"KOK JADI WILSON?" Ujar Wilson sedikit berteriak.
"Gak usah teriak teriak" Ucap Julian yang sudah mulai pusing.
"Tuh dengerin kata Lian!" Ujar Richard.
Mereka akhir pada diem sibuk masing masing.
Dan gak lama mereka nyampai di sekolah.
Mereka turun dari mobil dan seperti biasa mereka pamit pamitan dulu sebelum ke kelas masing masing.
Tian sih ngikutin Leon dulu kata nya "yan, ikut gue naruh tas bentar! Sekalian gue mau ke kelas lo" Kata Leon gitu.
Jadi habis Leon naruh tas mereka langsung ke kelas Ips 1.
Pas mereka jalan dan udah deket ke arah Ips 1 mereka bisa liat Olivia yang di tarik lengan nya sama Gian.
Tian sama Leon jelas Heran banget dan mutusin buat nyamperin.
"Wis ada apa nih narik narik? Udah kayak lomba 17an aja" Ujar Tian sembari menghalangi Gian yang ingin melanjutkan perjalanan nya entah kemana.
"Tian, Leon tolongin gue! Ni orang maksa gue ikut dia dari tadi!" Ucap Olivia sembari menatap kedua temannya itu.
"Lepas bro, tangan Olivia sampai merah kena lo" Ucap Leon sembari melepaskan Pegangan itu.
"Gue cuman mau ngomong sebentar sama Olivia!" Ujar Gian.
"Olivia nya mau gak gue tanya?" Tanya Tian.
"Gue gak mau!" Ujar Olivia.
"Denger sendiri kan lo? Dia gak mau jadi jangan lo paksa gitu dong" Ucap Tian.
Leon yang berada di dekat Olivia mengecek lengan Olivia yang terdapat bekas merah.
"Sakit ya? Lo di belakang gue aja ok?" Ujar Leon.
Olivia menggangguk mengerti.
"gue cuman mau jelasin ke Olivia yang soal kemarin, jadi tolong jangan ngalangin gue!" Ujar Gian lagi sembari ingin berjalan ke arah Olivia yang berada di belakang Leon.
"Et, lo siapa nya Olivia emang coba gue tanya? Kenapa mau jelasin? Bukan nya Mita lebih penting ya?" Ucap Tian sembari tersenyum dan menghalangi Gian.
"Gue pacar nya Olivia! Jadi gue ada hak buat ngomong sama pacar gue" Ucap Gian.
"Wow, Pacar kata lo? Lo siapa njir?" Ucap Leon.
"Olivia udah mutusin lo kemarin, lo gak amnesia kan?" Tanya Tian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
De Todomenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...
