NOTEEE : okeii.. karena kemarin banyak yang vote milih buat adain QnA kalian bisa kasih pertanyaan yaa langsung.. kalo pertanyaan banyak bakal ku buat chapter sendiri tapi kalo dikit bakal ku masukin di chapter special selanjutnya!.
Samuel terbangun dari tidurnya karena lagi lagi di lorong kamar sedari tadi terdengar suara ribut entah itu teriakan atau suara langkah kaki yang berlarian.
Padahal hari ini hari sabtu, dimana mereka libur sekolah dan pas sekali cuaca hari ini sedang hujan yang membuat siapa pun lebih nyenyak dalam tidurnya.
Samuel menghela nafasnya lalu beranjak dari kasur nya untuk melihat siapa yang sedari tadi mengganggu tidur nyenyak nya.
Saat ia membuka pintu kamarnya terdapat Wilson dan Tian disana dengan Tian yang sibuk menggelitiki Wilson dan Wilson hanya biar tertawa sembari berteriak meminta Tian untuk menghentikan aksinya.
"HEH!" ujar Samuel dengan suara yang cukup kencang dan tegas sembari kedua tangannya berada di pinggangnya.
Wilson dan Tian yang mendengar suara Samuel pun berhenti berteriak dan Tian menghentikan gelitikan nya kepada Wilson.
"ngapain kalian? pagi pagi ribut banget! bukannya mandi atau apalah yang kalian kerjakan selain harus ribut pagi pagi di hari sabtu yang hujan dan enak tidur ini!" tanya Samuel heran dengan kelakuan kedua adiknya yang pagi pagi sudah membuat keributan.
Tak lama suara pintu terbuka terdengar dari kamar Julian, Julian keluar dengan mata yang masih mengantuk dan rambut acak acakan serta baju tidurnya.
"kalian habis ngapain sih anjir? ribut banget tau.. gua baru tidur jam 2 tadi malam! ini baru jam 6" ujar Julian dengan suara serak khas bangun tidur, tak kencang namun tak juga terlalu lembut.
"hehehe.. bang, kak! ini si Wilson tadi ngajakin main ps di kamar gua terus udah janjian yang kalah bakal di kasih hukuman terserah yang menang terus gua menang kan, mau gua gelitikin tapi ni bocah kampret malah kabur dan ketangkep nya disini" jelas Tian membuat Samuel menghela nafasnya, terlanjur lelah untuk sekedar marah kepada adik adiknya yang memang suka membuat keributan.
"udah masuk balik kamar sana! gua mau lanjut tidur kagak bisa nih kena suara lo berdua ribut banget anjir!" ucap Samuel membuat kedua adiknya patuh namun Julian masih termenung di depan pintu kamarnya.
"nah elo ngapain masih di luar?" tanya Samuel membuat Julian menoleh kearahnya.
"cari sarapan yuk bang!" ajak Julian dengan mata yang berbinar dan senyuman penuh semangat.
Samuel terdiam lalu mengangguk sembari tersenyum tipis, rencana nya untuk tidur lagi kali ini gagal.
______________________________________
Leon sedari semalam berada di kamar Richard yang tadinya hanya ingin bermain game bersama malah keduanya tertidur di lantai dengan posisi handphone berada di tangan mereka masing masing.
Richard terbangun terlebih dahulu karena mendengar suara guntur yang sedikit kencang, melihat betapa berantakan nya kamar nya.
"astaga.." gumamnya.
Kamarnya jika di lihat oleh Samuel bisa bisa dia akan di ceramahi selama satu jam, bagaimana tidak? sampah bungkus plastik snack yang mereka makan ada dimana mana dan lagi kopi yang mereka minum semalam sudah tumpah dengan kondisi gelas yang sudah menggelinding berbeda arah.
Richard segera mengumpulkan sampah sampah yang ada lalu membuang di tempat sampah yang tersedia di dalam kamarnya, mengelap lantai yang terkena tumpahan kopi dengan tisu basah dan meminggirkan gelas gelas kopi yang mereka gunakan tadi malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
Fiksi Umummenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...
