Note : umur di sini itu Leon dan Tian kelas 1 SMP ( baru masuk beberapa bulan) Julian kelas 2 SMP, Richard dan Samuel kelas 3 SMP, lalu Wilson kelas 6 SD.
dan aku ada ambil refrensi dari anime silent voice (recommend buat kalian tonton).
okee enjoy yaa sayang baca nya!.
Langit sudah berwarna oranye dan bel sekolah sudah berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba.
teman teman sekelas nya sudah siap dengan tas yang sudah di gendong di pundak sedangkan Leon.. buku nya saja masih berantakan di meja.
Leon sedari tadi hanya melamun menghadap ke jendela karena sedari tadi tidak ada guru yang masuk.
Ia tersadar karena mendengar bel berbunyi tadi dan segera memasukkan buku buku nya ke dalam tas.
Sesudah semua buku telah di masukan ke dalam tas, ia gendong tas tersebut di pundak nya dan berjalan ke luar kelas dengan lambat.
Ia berjalan melewati lorong, banyak murid lain yang berjalan bersama teman nya tak seperti diri nya yang hanya berjalan sendiri sembari menunduk.
Bisa di bilang Leon tak suka menatap orang orang yang ada di sekitar nya, apa lagi yang ia tak kenal.
setiap ia melihat ke wajah mereka seakan akan ada tanda X yang menutupi wajah orang orang tersebut.
Tanda X itu tidak hanya ada di orang orang di sekitar nya.. namun juga ada di wajah keluarga nya.
membuat nya tidak nyaman berada di dekat mereka dan lebih memilih menyendiri di kamar nya.
semua ini mulai saat ia masuk smp kelas 1.
Ia susah beradaptasi dengan sekolah baru nya, mendapatkan teman saja mungkin sekedar kenal dan terkadang berbicara sedikit saat bekerja kelompok.
Ia juga menjadi lebih pendiam, tak banyak bicara atau pun bercerita lagi saat di rumah.
Ia menjadi lebih menjaga jarak kepada saudara saudara nya, merasa tak nyaman untuk mendekat.
Ia merasa hanya menjadi pelengkap di keluarga nya, merasa bahwa kehadirannya tak begitu penting.
Jika ia tak ada ya.. keluarga nya juga tak akan banyak terdampak apa apa.
Karena ia hanya lah sebuah "pelengkap" untuk melengkapi bagian kosong dikeluarga nya yang sebetulnya.. jika tak di lengkapi juga tidak apa apa.
Tak terasa ia sudah berjalan sedari tadi dan akhir nya telah sampai di parkiran.
dan sesuai tebakan nya saudara nya sudah ada di sana, lagi lagi dengan tanda X di wajah mereka.
Ia menundukkan kepala nya lagi, tak ingin melihat ke arah wajah saudara saudara nya.
saat sudah sampai di dekat mereka, Tian merangkul pundak Leon.
"lama amat le, kemana aja lu?" tanya nya yang tak di balas oleh Leon.
"udah udah gak usah dibahas dulu, ayo masuk mobil kita pulang" ajak Samuel yang di turuti oleh mereka.
Leon masuk terakhir, ia duduk di samping Richard yang duduk di tengah di antara nya dan Tian.
Sepanjang perjalanan suara bising dari mobil itu terdengar karena saudara nya yang terus terusan berbicara.
Tapi ia tak peduli sama sekali, Leon hanya menatap ke arah luar jendela menantikan untuk kembali ke kamar nya untuk menyendiri.
Terlalu lama melamun, Richard menepuk bahu Leon pelan.
"udah sampai le" ucap nya yang membuat Leon menatap ke wajah Richard.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
General Fictionmenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...
