47

411 36 16
                                        

disi: umur di chapter kali ini lumayan mirip dengan chapter backstory ( 7-8) tetapi disaat chap 7-8 leon,julian sama tian mereka masih belum bisa "r" itu ku ubah jadi bisa karena lebih nyaman untuk di baca saja, gapapa kan? 🤍.

oh ya, aku lumayan terinspirasi dari lagu Nadin Amizah yang mendarah dan rumpang beberapa kalimat aku ambil dari lirik yang ada di lagu tersebut.

kalo mau baca sambil dengar mendarah atau rumpang boleh banget ya biar mungkin lebih terasa?? hehe.

jika ada tulisan yang aku pakai seperti ini berarti itu dalam mimpi ya sayang 🤍.

maaf kan jika ada kesalahan mengetik kata, kalian bisa komen ya untuk ku perbaiki!.

dan ini kejadian masa lalu ya sayang, jadi jangan bingung lagi dengan umur mereka yang berbeda jauh dari chapter sebelum nya.

sekian, selamat membaca sayang 🤍.


aku terkenal sebagai anak yang pintar dan mempunyai banyak kemampuan, bunda sangat bangga dengan semua kemampuan ku.

dan betapa senang nya aku setiap bunda mengucapkan semua kalimat seperti "bunda bangga sama julian!".

selain bunda, banyak yang bilang mimpi mimpi ku akan terwujud.

tapi mereka lupa bahwa aku hanya lah seorang anak kecil, yang masih banyak kekurangan.

mereka lupa tentang semua mimpi buruk yang ada.

mereka lupa.

salah satu kekurangan dan mimpi buruk yang selalu ada di diri ku ialah kehilangan.

aku tak sanggup membiarkan bunda pergi meninggalkan ku selamanya.

aku tak mau bunda pergi dari kehidupan ku.

terlebih, bunda pergi di depan mata ku sendiri.

kenapa? kenapa ini semua terjadi?.

aku tak suka dengan semua ini, aku tak ingin ini semua.

sudah banyak pinta yang ku ucapkan pada saat bunda berada di suatu ruangan dengan tubuh bunda yang tertutup oleh kain.

aku menangis, menangis dan menangis sembari meminta bunda untuk membuka mata nya sekali lagi.

aku tak meminta untuk bunda memeluk ku sekali lagi, tidak juga dengan segala pujian yang bunda sering kata kan kepada ku, atau pun mengusap kepala ku.

aku hanya minta bunda untuk bangun dan bersama dengan kami lagi.

bolehkah aku saja yang pergi? aku sungguh tak sanggup jika tak ada bunda.

melihat semua saudara ku menangis membuat ku semakin sedih, apa aku pantas untuk menangis?.

nenek bilang aku lah yang menyebabkan ini, apa benar?.

apa aku yang membuat bunda seperti ini?.

"kak Lian!" panggil Tian membuat julian terkejut.

"iya, kenapa ian?" jawab Julian.

"melamun?" tanya tian sembari menujuk Julian.

Julian mengangguk singkat lalu tersenyum ke sang adik.

"maaf ya kakak melamun, sudah sampai dimana tadi mobil nya?" jawab Julian.

"sudah di restoran!" ucap Tian sembari menujuk mobil mobilan yang di belikan oleh sang ayah.

Alkaezar daily lifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang