tentang mereka dan dia.

332 20 48
                                        

note : maaf jika ada salah kata atau pun ada sesuatu yang tidak sesuai dengan faktanya, bisa di beritahu gara saya dapat mengoreksinya! Terima kasih 🤍

Langit pada pada sore hari ini tampak indah dan berwana biru dengan sedikit warna kuning diantaranya.

Di suatu bandara terdapat beberapa orang yang telah menunggu seseorang yang mereka rindukan yang akhirnya kembali kedalam pelukan mereka.

"Gak sabar deh mau ketemu mas!" ujar si bungsu semangat, mereka sedang berada di bandara menunggu kedatangan sang sulung yang telah lama berkuliah di Singapura dan sekarang akan kembali pulang untuk sementara waktu karena libur.

"sabar ya, abang juga gak sabar banget" ucap sang anak tengah sembari mengusap gemas surai adiknya.

Tak lama akhirnya orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang.

"mas!" panggil si bungsu lalu berlari menuju abang paling tuanya itu.

"adek!" ucap Sevan lalu memeluk raga yang selama ini Ia rindukan.

"mas Sevan, akhirya mas pulang! aku kangen banget" ungkap Kaivan sembari mempererat Pelukannya.

"mas juga kangen banget sama kamu dek" ucap Sevan sembari tersenyum hangat, betapa rindunya Ia dengan adiknya ini.

"mas kemarin malam ada yang gak bisa tidur tuh gara gara terlalu semangat" sindir Therent sembari tersenyum meledek.

"mana gangguin gue lagi mas!" tambah Levian yang berada disebelah Therent.

"ih apa sih! aku kan kangen sama mas" kesal Kaivan membuat kedua kakak kembarnya itu terkekeh melihat tingkahnya.

"mas! bang Revand kan lagi di tempat kak Jena, kita nyusul yuk!" ajak Kaivan yang langsung mendapati pukulan pelan dari Therent.

"mas Sevan loh baru pulang, kasian dong mas nya" tegur Therent sembari berkacak pinggang.

"ya kan sekalian abang.." cicitnya dan menundukkan kepalanya dalam pelukan Sevan.

"udah udah, mas juga mau kok ke tempatnya jena" setuju Sevan yang membuat Kaivan menatap Sevan dengan mata yang berbinar.

Therent menghela nafasnya dan Levian yang disebelahnya pun menepuk bahu Therent pelan sembari tersenyum seperti mengatakan bahwa tak apa untuk menuruti ajakan Kaivan.

"yaudah ayo, barang mas sini aku sama Levi aja yang bawa" ujar Therent membuat Kaivan semakin bersemangat dan melepaskan pelukan itu.

"ayo mas kita ke mobil!" ajak Kaivan dan langsung menggandeng tangan Sevan lalu berjalan cepat kearah mobil mereka.

"tolong ya There, Levi!" ujar Sevan yang ditarik oleh Kaivan.

Sementara Therent hanya menggelengkan kepalanya melihat timgkah adiknya itu.

"udah lah biarin aja, jarang jarang juga kan mas pulang?" ucap Levian sembari membawa barang-barang Sevan.

"iya" balas Therent singkat dengan senyum tipis dan ia pun membawa koper Sevan lalu mereka berdua berjalan berdampingan sembari membawa barang-barang Sevan.

Sesampainya di depan mobil Therent dan Levian pun meletakkan barang barang Sevan dan memasuki mobil tersebut, dan akhirnya mobil itu berjalan kesuatu tempat dimana Jena dan Revand berada.

______________________________________

Akhirnya mereka telah sampai disuatu tempat, tempat yang banyak orang pikir seram dan menakutkan.

Namun di tempat ini juga lah banyak yang melepaskan rindu mereka kepada orang yang mereka sayangi.

Mereka pun keluar dari mobil, dan bisa mereka lihat bahwa Revand sedang berjongkok di sebelah suatu tempat peristirahatan seseorang.

Alkaezar daily lifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang