special chap : what if?

472 44 19
                                        

Note : cerita ini bukan chap 40 melainkan hanya special chap, dan chap ini tak memengaruhi kelanjutan chap 40, juga chap ini berisi tentang anak anak Alkaezar jika masih hidup bersama sang ibu atau celine.

What if, ibu dan ayah gak bercerai?.

Terlihat seorang remaja laki laki yang baru saja kembali entah dari mana.

Jam menujukan pukul 10 malam.

Ia membuka Pintu rumah itu setelah memarkirkan motor nya.

Setelah membuka pintu itu terlihat sang ibu yang sedang terbaring dengan banyak botol alkohol yang Berserakan di lantai.

Dengan keadaan ruang tamu yang berantakan, sofa juga sudah tak teratur seperti tadi pagi.

Sang ibu telah tertidur di sofa, ia menatap sang ibu lalu menghela nafas nya.

Ia berjalan ke arah tangga menuju lantai dua, berniat untuk pergi ke kamar nya.

Saat sampai di kamar ia membuka pintu itu dan mendapati Samuel, yang terlelap di kursi yang dekat dengan meja belajar nya.

Ia masuk ke dalam lalu menutup pintu kamar nya, lalu Ia pun mendekati Samuel.

"Bang sam? Ngapain di kamar gue?" Tanya Tian sembari sedikit mengguncang lengan sang sulung.

Samuel yang merasa sedikit terganggu pun terbangun.

"Udah pulang yan? Sorry gue masuk kamar lo tanpa izin, gue mau nunggu di bawah tapi ada ibu, gue gak berani" Ucap Samuel.

Tian terdiam sebentar lalu tersenyum tipis.

"Lo udah makan? Kalo belum ayo gue panasin makanan nya" Tanya Samuel lagi.

"Belum" Jawab Tian singkat.

"Yaudah lo bersih bersih dulu, terus turun kebawah ya? Gue panasin makanan nya" Ucap Samuel lalu beranjak pergi dari sana meninggalkan Tian sendiri.

Tian tersenyum singkat, lalu mulai membersihkan diri nya.

Sesudah membersihkan diri ia turun ke bawah, bisa ia lihat botol botol di ruang tamu tadi sudah tidak ada.

Ia yakin Samuel lah yang membersihkan itu semua.

Ia pergi menuju ruang makan, terdapat Samuel di sana.

"Bang sam" Panggil nya.

"Udah selesai mandi nya? Makan nih udah abang panasin tadi" Ujar Samuel sembari menatap Tian yang baru datang.

Tian duduk di kursi yang berhadapan dengan Samuel.

"Abang tidur aja, Tian makan sendiri gapapa kok" Ucap Tian.

"Gapapa, gue tungguin lo makan aja kasian nanti makan sendiri adik gue" Tolak Samuel.

Tian menggeleng sedikit terkekeh mendengar ucapan Samuel.

Ia mulai memakan makanan yang ada rasa nya enak, selalu enak karena yang memasak adalah Samuel.

Saat ia fokus makan, Samuel menatap Tian sembari tersenyum.

Tian akhir nya sadar Ia di perhatiankan sedari tadi.

"Kenapa?" Tanya Tian.

"Makasih" Ucap Samuel, membuat Tian bingung.

"Untuk?" Tanya Tian.

"Makasih, makasih udah jadi adek gue, Tian. gak kebayang kalo di rumah ini gak ada kalian gue bakal sengsara" Jawab Samuel sembari tersenyum.

Alkaezar daily lifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang