note : di sini rayain hanya untuk taesann / Tian ya, aku tau Tian sama Leon emang kembar tapi yang ultah kan si Taesan hehee.. jadi gitu yaa
di sebuah kamar yang gelap dengan seorang anak remaja yang sedang tertidur, ini sudah tengah malam jadi wajar saja orang orang juga pasti sudah tidur.
namun di dapur rumah ini sedang terjadi keributan karena lima orang yang berada di dapur tersebut.
"WILSON JANGAN MUN-" ujar Samuel terpotong.
BRUK.
"dur.." lanjut Samuel yang sudah terlihat pasrah dengan keadaan dapur yang berantakan.
Wilson baru saja menumpahkan tepung terigu yang di letakan Samuel di pinggir meja membuat Wilson terdiam.
"beresin langsung jangan di liatin doang" ujar Julian dengan nada datar yang berhasil memecahkan keheningan.
Ia juga ikutan pusing melihat keadaan dapur yang berantakan, tepung dimana mana, dan masih banyak barang lain yang belum di cuci.
untung tepung terigu itu sudah tak di pakai lagi karena adonan kue sudah di panggang dan sekarang mereka akan menghias kue itu.
sekarang sudah pukul 11 malam yang berarti mereka hanya memiliki satu jam lagi untuk mendekorasi kue itu.
"gue sama Julian bagian dekor, Leon sama Richard tolong nyuci dan Wilson beresin tepung tadi" ujar Samuel membuat semua nya mulai bergerak sesuai tugas nya masing masing.
mereka sudah terhitung 2 jam membuat semua nya.
Samuel mulai bergerak mengambil whipped cream yang sudah ia buat lalu ia juga mengambil pewarna makanan untuk mewarnai krim yang akan di gunakan untuk menghias.
sementara Julian mengambil whipped cream yang berwarna putih untuk menjadi warna dasar kue itu.
sementara Richard mulai mencuci semua barang barang yang mereka pakai tadi, dan Leon akan membilas nya.
"bang Chad lama banget sih nyuci doang!" protes Leon yang sedari tadi menunggu barang yang akan di bilas.
"ini tuh biar bersih! bocah mana paham!" ucap Richard.
"bocah bocah gini lebih tinggi dari pada lu bang!" balas Leon.
"bacot banget dah bocah, gue sumpel pakai spons cuci piring ya lu!" ancam Richard yang akhir nya membuat Leon terdiam.
sedangkan Wilson sedari tadi membersihkan tepung yang ia tumpahkan.
tak lama terdengar suara pintu terbuka, itu Zayan yang di bangunkan sekitar 20 menit yang lalu oleh kelima anak nya untuk pergi membeli sebuah lilin berbentuk angka lima belas.
Zayan berjalan menuju dapur dengan sekantong plastik berwarna hitam berisi lilin yang ia beli tadi.
Saat sampai di dapur Ia hanya bisa menghela nafas nya saat melihat keadaan dapur yang bisa di bilang hancur lebur.
"ya ampun.." gumam nya.
"ini kalian bikin kue apa lagi perang?" tanya Zayan.
"diem deh yah!" ucap mereka serentak membuat Zayan hanya bisa tersenyum pasrah.
Zayan berjalan mendekat ke arah meja dapur yang ada sebuah kue di atas nya.
"ini aman kan?" tanya Zayan sembari menujuk ke arah kue yang sudah terlapisi dengan whipped cream berwarna putih.
"Samuel sama Lian kok yang bikin" jawab Samuel, Zayan mengangguk berarti kue itu aman untuk di konsumsi.
kalo di tanya kenapa Zayan sebegitu nya sampai nanya, mungkin kalian harus tau alasan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
General Fictionmenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...
